MAKASSAR – Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Luwu Utara, khususnya di wilayah pegunungan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan bahwa proyek pembangunan akses jalan strategis ruas Sabbang – Tallang – Seko akan segera memasuki tahap pengerjaan fisik pada April 2026.
Langkah ini merupakan komitmen nyata Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi untuk memutus keterisolasian wilayah Seko yang selama ini dikenal memiliki medan sangat ekstrem.
Kolaborasi Anggaran Rp 68 Miliar
Pembangunan infrastruktur ini merupakan hasil sinergi besar antara pemerintah pusat dan daerah dengan total anggaran mencapai Rp 68 miliar.
Dukungan dana tersebut terbagi menjadi dua sumber utama: sebesar Rp 48 miliar bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) yang difokuskan pada peningkatan kualitas jalan eksisting. Sementara itu,
Pemprov Sulsel mengalokasikan Rp 20 miliar yang dikhususkan untuk penanganan titik-titik longsor dan galian tebing yang selama ini menjadi penghambat utama mobilitas.
Progres dan Target Pengerjaan
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Muhammad Rosyadi, menjelaskan bahwa saat ini proyek tengah berada pada tahap penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
“Rencana kontrak efektif mulai awal April. Kami berfokus pada penanganan titik-titik longsor yang selama ini menjadi tantangan utama di lapangan,” ujar Rosyadi.
Proyek ini ditargetkan mencapai kemajuan fisik 100 persen sesuai program anggaran tahun 2026. Adapun target untuk akses tembus penuh hingga ke pusat Kecamatan Seko direncanakan akan tuntas secara bertahap hingga tahun 2027.
Dampak Bagi Masyarakat
Selama ini, akses menuju Seko masih didominasi oleh jalur berlumpur dan berbatu yang sangat sulit dilalui, bahkan seringkali hanya mengandalkan jembatan kayu. Dengan adanya pengaspalan dan penanganan tebing secara permanen, diharapkan:
Distribusi logistik menjadi lebih lancar dan biaya angkut menjadi lebih murah.
Pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Luwu Utara dapat meningkat pesat.
Konektivitas antarwilayah semakin kuat, mendukung berbagai kegiatan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Pembangunan ini menjadi angin segar bagi warga Luwu Utara yang telah lama merindukan akses transportasi yang layak dan aman.(***)
Editor : aBa
Sumber : sulselprov.go.id











