Home / Uncategorized

Minggu, 19 Oktober 2025 - 03:02 WIB

Akses Menuju Seko: Harapan Baru di Ujung Utara Luwu Utara

MAKASSAR – Kawasan Seko di Luwu Utara, yang selama ini dikenal dengan tantangan aksesibilitasnya yang ekstrem, kini mulai melihat titik terang. Upaya intensif untuk membuka dan membenahi jalur infrastruktur di wilayah itu menjadi agenda utama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), yang baru-baru ini menggelar audiensi strategis dengan Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) di Makassar.

​Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, Selasa lalu, didampingi jajaran Dinas PU dan Bina Marga, menemui Kepala Balai Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Indra Cahya Kusuma ST MT.

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah konkret memaparkan cetak biru pembangunan infrastruktur yang tak hanya menyentuh pusat kota, tetapi juga menjangkau daerah terisolir seperti Seko.

​Agenda Prioritas untuk Wajah Kota

​Fokus utama Bupati Rahim dalam audiensi ini terbagi dalam dua prioritas. Pertama, pembenahan wajah kota Masamba dan sekitarnya.

Dia mengajukan permohonan untuk pelebaran ruas jalan nasional dari batas Radda hingga Jembatan Baliase, termasuk usulan pelebaran median, trotoar, hingga reservoar jalan. Jembatan Kappuna, sebagai urat nadi penting, juga diusulkan untuk dilebarkan.

Baca juga  Hengjaya Mineralindo Sabet Penghargaan Subroto 2025 untuk PPM Terinovatif

​Prioritas kedua adalah membuka alternatif jalur. Bupati memaparkan rencana pengerjaan jalan ruas URI Pengkendekan-Limbong sepanjang 14 Km yang akan menjadi jalur alternatif dari jalan eksisting yang melewati Desa Komba.

Upaya ini akan dilanjutkan dengan pengerjaan ruas Mabusa-Sepon (Malimongan), sebuah proyek kolaborasi yang dikerjakan melalui CSR PT Tirta.

​Angin Segar dari Balai Jalan Nasional

​Kepala BBJN Sulawesi Selatan, Indra Cahya Kusuma, menyambut baik dan memberikan kabar gembira terkait program pembangunan jalan di Lutra. Secara khusus, perhatian besar dicurahkan pada upaya membuka keterasingan Seko.

​”Untuk IJD (Infrastruktur Jalan Daerah) tahun 2025, Balai Jalan akan mengerjakan lanjutan jalan ke Seko, yakni ruas Sabbang Tallang-Sae,” jelas Indra.

Ruas sepanjang 15,45 km yang merupakan jalan provinsi ini akan dikerjakan secara multi years (tahun jamak) 2025-2026 dengan anggaran fantastis mencapai Rp121,814 Miliar.

Baca juga  Jejak Kasubag Luwu yang Berakhir di Kursi Gubernur Sulawesi Tengah

​Komitmen ini tidak berhenti di situ. BBJN juga mengusulkan pengerjaan jalan kabupaten ruas Lambiri-Sodangan-Eno sepanjang 13,72 Km dalam program IJD 2026-2027, dengan alokasi anggaran sekitar Rp117,307 Miliar.

​Mengikis Keterisolasian, Merajut Ekonomi

​Pembangunan jalan menuju Seko adalah lebih dari sekadar proyek infrastruktur; ini adalah investasi sosial dan ekonomi. Dengan terbukanya akses yang layak, diharapkan logistik dan mobilitas masyarakat di Seko dapat berjalan lancar, memangkas biaya transportasi yang selama ini mencekik, dan memacu pertumbuhan ekonomi lokal.

​Langkah audiensi yang dilakukan Bupati Lutra ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjemput bola, memastikan Luwu Utara menjadi bagian integral dari prioritas pembangunan nasional, dan pada akhirnya, mewujudkan harapan masyarakat akan akses yang lebih baik.

Ruas jalan yang diperlebar, jembatan yang kokoh, dan yang terpenting, terbukanya akses ke Seko, menjadi janji infrastruktur yang siap dirajut dalam beberapa tahun ke depan.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Sinergi Bea Cukai dan TNI Angkatan Laut Gagalkan Penyelundupan 1.643 Botol MMEA dan 46.200 batang Rokok Ilegal 

Uncategorized

Perempuan Indonesia Maju Palopo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Uncategorized

Nakhoda Baru di Mapolda Kaltim: Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo Resmi Jabat Wakapolda

Uncategorized

Semarak HUT RI ke-80, Polres Morowali Gelar Olahraga Bersama Untuk Pererat Kebersamaan

Uncategorized

Gelar Rapat Forum Kewaspadaan Dini, Pemkab Morowali: Keamanan Daerah Stabil, Infrastrukturpun Membaik

Uncategorized

Klarifikasi BKAD Sulsel: Lahan YON TP 872 Andi Djemma Bukan Hibah, Melainkan Tanah Hasil Pembebasan Sejak 1977

Uncategorized

Pj. Bupati Morowali Lepas Calon Jamaah Haji

Uncategorized

Alarm Birokrasi Palopo: Kebijakan ‘SP2D Wajib Wali Kota’ Dinilai Perangkap Politik!