Home / Uncategorized

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 19:44 WIB

Andi Tenripadang: Permaisuri Pejuang dan Datu Luwu yang Pemberani

PAOPO, PAMORNEWS — Dibalik sosok Raja Luwu yang gagah, terdapat seorang permaisuri yang tak kalah berani dan patriotik, yaitu Andi Tenripadang. Namanya mungkin tidak setenar suaminya, Andi Djemma, Pahlawan Nasional dari Luwu. Namun, perannya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, sangatlah signifikan.

Menyatukan Dua Kerajaan Besar

Andi Tenripadang lahir sebagai putri dari Andi Mappanyukki, seorang Raja Bone yang juga diakui sebagai Pahlawan Nasional. Pernikahannya dengan Andi Djemma, Datu (Raja) Luwu ke-36, bukan hanya menyatukan dua hati, tetapi juga dua garis keturunan bangsawan dari Kerajaan Bone dan Kerajaan Luwu. Aliansi ini memperkuat posisi kedua kerajaan dalam menghadapi penjajah.

Baca juga  Modernisasi Pertanian: Pemda Luwu Utara Gandeng Krakatau Steel Pasok Alat Berkualitas

Namun, Andi Tenripadang tidak hanya dikenal karena statusnya sebagai putri raja atau permaisuri. Ia adalah sosok yang memiliki tekad baja. Salah satu riwayat terkenal menyebutkan bahwa saat ultimatum dari Belanda berakhir, ia dengan lantang berkata, “Saya dan Datu kalian sudah ingin mendengar suara letusan senjata.” Kata-kata ini menunjukkan keberaniannya yang luar biasa, seolah ia menyambut pertempuran dengan semangat juang yang tinggi.

Melanjutkan Perjuangan Setelah Suami Ditangkap

Ketika suaminya, Andi Djemma, ditangkap dan diasingkan oleh Belanda, Andi Tenripadang tidak menyerah. Justru, ia mengambil alih tongkat kepemimpinan. Ia diangkat sebagai Datu Luwu ke-37 dengan gelar Opu Datu. Di bawah kepemimpinannya, ia terus mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda.

Baca juga  LSM GMBI Desak Kepastian Hukum Terkait Tambang Pasir Ilegal di Sungai Kandilo

Perjuangan Andi Tenripadang adalah bukti bahwa perempuan tidak hanya berperan di belakang layar, tetapi juga di garis depan. Ia menjadi simbol perlawanan dan keberanian bagi rakyat Luwu dan seluruh pejuang kemerdekaan di wilayah tersebut. Warisan perjuangannya terus dikenang hingga hari ini, menjadikannya salah satu sosok perempuan inspiratif dalam sejarah Indonesia.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Mengarungi Uji Kompetensi: 21 Pejabat Luwu Utara Ikuti Job Fit di Politeknik LAN Makassar

Uncategorized

Bahas Kebebasan Pers, Wakapolda Sulteng Tekankan Perlindungan bagi Jurnalis di Forum Diseminasi HAM

Uncategorized

etak Dinding Parlemen Memunculkan Dugaan Korupsi

Uncategorized

SEKDA MOROWALI YUSMAN MAHBUB PIMPIN UPACARA PELEPASAN JENAZAH PLT KADIS PERKIMTAN, YUSFATAN DJANAT

Uncategorized

Polres Morowali Gelar Patroli Kota Presisi, Cegah Premanisme Demi Jaga Iklim Investasi yang Kondusif

Uncategorized

Menuju Keadilan Humanis:  Bapas Palopo Siap Jadi Ujung Tombak Penerapan Pidana Kerja Sosial dalam KUHP Baru

Uncategorized

Kebocoran Minyak PT Vale di Towuti, Disorot Komite II DPD RI

Uncategorized

Dari Palopo Menuju Tanah Kelahiran: Perjalanan Pulang Lansia Lumpuh yang Terlantar