[ H. Yono Suherman, S.T]
PAMORNEWS — DI KORIDOR gedung DPRD Balikpapan, sosok H. Yono Suherman, S.T. membawa angin segar. Bukan sekadar politisi biasa, ia adalah seorang “petarung” ekonomi yang memilih untuk mewakafkan pengalamannya di dunia usaha ke dalam ranah kebijakan publik.
Kini, sebagai Wakil Ketua I DPRD Balikpapan, ia membuktikan bahwa manajemen bisnis dan pengabdian rakyat bisa berjalan beriringan.
Spirit Entrepreneur: Cepat, Tepat, Terukur
Bagi Yono, politik bukanlah sekadar retorika, melainkan tentang eksekusi.
Berangkat dari latar belakang sebagai pengusaha sukses, ia terbiasa bekerja dengan target dan efisiensi tinggi.
Karakter entrepreneurship yang melekat padanya membuat ia dikenal sebagai sosok yang:
Problem Solver: Mencari solusi konkret atas kendala teknis di lapangan.
Disiplin Anggaran: Sangat teliti dalam melihat efektivitas setiap rupiah yang dianggarkan untuk masyarakat.
Berorientasi Hasil: Memastikan setiap kebijakan tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga.
Membangun Balikpapan dengan “Insting” Bisnis
Sebagai lulusan Sarjana Teknik, Yono memadukan keahlian teknokratis dengan insting bisnisnya. Ia memahami bahwa Balikpapan, sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), membutuhkan pemimpin yang mampu melihat peluang investasi sekaligus melindungi pelaku usaha lokal.
Ia konsisten menyuarakan agar Balikpapan tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan nasional, melainkan menjadi pemain utama yang mandiri secara ekonomi.
Filantropi Melalui Jalur Politik
Bagi banyak pengusaha, politik seringkali dianggap rumit. Namun bagi Yono, ini adalah perluasan dari jiwa sosialnya.
Jika sebelumnya ia membantu orang secara terbatas melalui usahanya, kini melalui kursi pimpinan DPRD, ia memiliki instrumen legal untuk membantu ribuan warga Balikpapan melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
”Dunia bisnis mengajarkan saya cara membangun sistem. Di DPRD, sistem itu saya gunakan untuk memastikan aspirasi warga Balikpapan Selatan dan masyarakat luas terdistribusi secara adil dan merata.”(***)









