Home / Uncategorized

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:25 WIB

Nasib Victory Billiard di Ujung Tanduk: DPMPTSP Tegaskan Segel, Owner Minta Usaha Tak Dimatikan

PALOPO – Ketegangan menyelimuti sektor usaha hiburan di Kota Palopo menjelang rencana penyegelan besar-besaran oleh Satgas Pengawasan bentukan Walikota Hj. Naili Trisal.
Fokus utama kini tertuju pada Victory Billiard (eks THM Marcopolo) yang terancam ditutup paksa pada Rabu (21/1) besok.
​Kepala DPMPTSP Kota Palopo, Samsuriadi Nur (Anchu), menegaskan bahwa tidak ada ruang kompromi bagi penyalahgunaan izin.
Berdasarkan temuan di lapangan, Victory Billiard yang seharusnya menjadi wadah pembinaan atlet, justru berubah fungsi menjadi tempat hiburan malam dengan fasilitas DJ dan minuman beralkohol.
​”Sesuai instruksi pimpinan, usaha hiburan di sana tidak diperkenankan dan harus ditutup. Kami memiliki data akurat.
Izinnya olahraga dan restoran, tapi praktiknya adalah diskotik. Ini jelas pelanggaran berat,” tegas Samsuriadi, dikutip koran seruya Selasa (20/1).
​Ia juga menambahkan bahwa izin untuk kelab malam adalah kewenangan Provinsi, dan hingga saat ini belum ada satu pun usaha biliar di Palopo yang mengantongi izin tersebut.
Jika membandel pasca penyegelan, Pemkot mengancam akan mencabut izin usaha secara permanen.
​Jeritan Owner: “Kami Taat Aturan, Jangan Matikan Usaha Kami”
​Di sisi lain, pemilik Victory Billiard, Benny Tenriolo, melontarkan permohonan terbuka kepada Pemerintah Kota Palopo. Meski menyatakan siap kooperatif terhadap penertiban administrasi, Benny berharap pemerintah tetap berperan sebagai “orang tua” yang mengayomi pelaku usaha, bukan justru mematikan penghidupan mereka.
Benny mengklarifikasi beberapa poin terkait operasional usahanya:
Izin Musik: Ia mengklaim fasilitas musik dan karaoke sudah masuk dalam cakupan izin restoran yang dimilikinya.
​Estetika Tempat: Lampu warna-warni yang viral disebut hanya sebagai pelengkap estetika agar tempat biliar terlihat modern, bukan untuk operasional diskotik.
​Nasib Karyawan: Penutupan usaha akan berdampak langsung pada serapan tenaga kerja lokal yang menggantungkan hidup di sana.
​”Kami membuka usaha tentunya ingin taat aturan. Kami berharap pemerintah menaungi kami, jangan matikan usaha kami. Kami butuh solusi agar ekonomi tetap berjalan,” ujar Benny dengan nada berharap.
Rencana penyegelan ini merupakan respon cepat Pemkot Palopo terhadap keresahan masyarakat di kawasan Pantai Labombo. Selain Victory Billiard, NSJ Billiard juga masuk dalam daftar pengawasan ketat Satgas terkait pelanggaran serupa.
​Langkah ini menjadi ujian bagi komitmen Pemkot Palopo dalam menegakkan tertib ruang dan perizinan, sekaligus menjadi sinyal keras bagi para pengusaha hiburan agar tidak “main mata” dengan peruntukan izin yang telah diberikan.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Merajut Persaudaraan Tanpa Sekat: Saatnya Berhenti Mempersoalkan Label “Pendatang” di Tana Luwu

Uncategorized

Sekda Morowali Yusman Mahbub Lepas Atlet Catur ke Kejurnas di Mamuju

Uncategorized

Sensasi Berendam Air Panas, Prof Nurliah Nurdin Nikmati “Filosofi Kehidupan” di Pincara Masamba 

Uncategorized

Kritik Kunjungan DPRD ke Bappenas, Afrianto Nurdin: Jangan Cuma Bawa ‘Proposal’ Aspirasi, Tana Luwu Itu Episentrum!

Uncategorized

Bupati Morowali Iksan, Pimpin Upacara Hari Bakti PU ke-80

Uncategorized

PERUMDA TM DUKUNG ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK

Uncategorized

Pemkot Palopo Siapkan Rp750 Juta untuk Seragam Gratis

Uncategorized

Inspektorat Luwu Buru Dokumen Terkait Temuan BPK Rp12,6 Miliar