Home / Uncategorized

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 13:29 WIB

Awasi Keuangan Daerah Tak Cukup Dengan Tumpukan SP2D di Meja Walikota 

PALOPO, PAMORNEWS  – Di tengah upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah, kritikan tajam datang dari pemuka masyarakat Palopo, sekaligus pemerhati kebijakan publik, Asnawi Mas’ud, terkait metode pengawasan keuangan yang diterapkan di Palopo.

Menurutnya, praktik Walikota yang masih mengandalkan tumpukan fisik Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) di meja kerjanya adalah cara kuno yang sarat risiko dan inefisiensi.

​Asnawi menegaskan bahwa era digital menuntut modernisasi tata kelola keuangan.

“Mengawasi keuangan daerah tidak cukup dengan tumpukan SP2D di meja Walikota,” ujarnya.

Cara manual ini dinilai tidak hanya memakan waktu, tetapi juga membuka celah bagi keterlambatan informasi, kesalahan pencatatan, hingga potensi kebocoran anggaran yang merugikan publik.

​Walikota Bukan “Mesin Stempel,” Tapi Pengawas Fiskal Aktif

Baca juga  Skor Masuk Kategori "Mampu", Tapi Masih Terganjal Syarat Demografi

​Menurut Mas’ud, fungsi utama seorang kepala daerah adalah pengawasan kebijakan, bukan hanya administrasi. Ia menyoroti bahwa terlalu fokus pada verifikasi tumpukan dokumen akan membuat substansi pengawasan tertelan oleh proses administratif. Walikota, dalam sistem ini, tereduksi menjadi sekadar “mesin stempel” yang sibuk memeriksa kertas.

​”Seorang Walikota membutuhkan akses cepat, ringkas, dan real-time terhadap kondisi kas daerah, pendapatan, serta serapan anggaran setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” tegasnya.

​Solusi Digital:

Membangun Dashboard Keuangan Daerah

​Mas’ud menawarkan solusi konkret yang selaras dengan semangat Pemerintahan modern: penerapan aplikasi dashboard keuangan daerah. Sistem digital ini memungkinkan Walikota Palopo mendapatkan gambaran utuh kondisi fiskal hanya dengan sekali klik pada laptop atau smartphone-nya.

Baca juga  Asisten I Rizal Badudin Wakili Bupati Buka Kegiatan FGD-1 RDTR Kawasan Ulunambo dan Sekitarnya

​Melalui dashboard tersebut, informasi vital dapat terakses secara instan, mencakup:

​Realisasi belanja daerah harian.

​Penerimaan pajak dan retribusi yang sudah masuk.

​Identifikasi SKPD dengan serapan anggaran rendah.

​Status perkembangan proyek-proyek strategis.

​Dengan beralih ke sistem berbasis data dan IT, transparansi dan akuntabilitas dapat ditingkatkan secara signifikan. Publik akan diyakinkan bahwa uang pajak dan retribusi mereka digunakan secara bijak, tidak lagi “tersembunyi di balik dokumen-dokumen tebal.”

​”Era manual harus segera ditinggalkan. Pemerintahan modern adalah pemerintahan yang berbasis data dan IT,” pungkas Asnawi Mas’ud, memberikan dorongan kuat bagi Walikota Palopo untuk segera mengadopsi sistem pengawasan keuangan yang lebih canggih dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Tim Safari Ramadan Pemkot Palopo, Mendadak Diterjunkan Malam Ini

Uncategorized

Aktivis Desak 4 Kepala Daerah ke Jakarta: “Jangan Hanya Pernyataan Sikap, Rakyat Butuh Tindakan Nyata!”

Uncategorized

Pemkab Morowali Sambut Hangat Pemkot Palu dalam Welcome Dinner
Pemkab Morowali Giatkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA)

Uncategorized

Pemkab Morowali Giatkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA)

Uncategorized

Safari Ramadan,Bupati Iksan Tekankan Kesederhanaan Pemimpin: “Tak Perlu Mewah, yang Penting Menyentuh Rakyat”

Uncategorized

penyambutan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka

Uncategorized

Wakili Bupati Morowali, Asisten III Afridin Buka Festival Musik Daerah Bungku Tahun 2025

Uncategorized

Pertemuan Rujab Buntu, Aliansi Wija To Luwu Siap “Lumpuhkan” Jalan