Home / Uncategorized

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:31 WIB

Pertemuan Rujab Buntu, Aliansi Wija To Luwu Siap “Lumpuhkan” Jalan

MAKASSAR – Upaya diplomasi para tokoh dari empat kabupaten/kota se-Luwu Raya untuk memuluskan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya berakhir antiklimaks.

Pertemuan yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan tersebut dinilai “Gagal Total” dalam menghasilkan kesepakatan konkret.
​Kekecewaan mendalam menyelimuti rombongan yang terdiri dari Kepala Daerah, Pimpinan DPRD, hingga Tokoh Masyarakat dan Pemuda Tana Luwu.

Pertemuan yang diharapkan menjadi titik terang bagi aspirasi masyarakat Luwu Raya justru dianggap hanya sebagai seremoni tanpa komitmen politik yang kuat dari Pemerintah Provinsi.

​Aliansi Wija To Luwu Nyatakan Perlawanan
​Merespons kegagalan tersebut, Aliansi Wija To Luwu menyatakan sikap keras. Mereka merasa aspirasi masyarakat Tana Luwu selama puluhan tahun kembali dijegal oleh tembok birokrasi dan minimnya keberanian politik pimpinan daerah di level provinsi.

Baca juga  Kehormatan untuk Sang Menteri: Datu Luwu Anugerahkan Gelar Adat untuk Prof. Nasaruddin Umar

​”Kami tidak butuh janji normatif. Pertemuan di Rujab semalam adalah bukti bahwa jalur diplomasi telah buntu. Jika suara kami tidak didengar di ruang rapat, maka suara itu akan menggelegar di jalanan,” tegas salah satu koordinator lapangan Aliansi Wija To Luwu.

​Poin Utama Kekecewaan
​Beberapa alasan yang mencuat di balik label “Gagal Total” ini antara lain:
​Absennya Rekomendasi Tertulis: Belum adanya jaminan tertulis yang progresif dari Gubernur untuk mendesak pencabutan moratorium khusus bagi Luwu Tengah.

​Ketidakpastian Provinsi Luwu Raya: Isu pemekaran provinsi yang dianggap masih menjadi “bola panas” tanpa peta jalan yang jelas dari pemprov.

​Urgensi Pelayanan Publik: Masyarakat merasa wilayah Luwu Tengah sangat terisolasi dari segi pelayanan administrasi karena jarak yang sangat jauh ke ibu kota kabupaten induk.

Baca juga  Proses Rekruitmen Penyelenggara Disoal

​Ancaman Unjuk Rasa Besar-besaran
​Gelombang protes diprediksi akan kembali membanjiri jalan-jalan poros di Luwu Raya hingga aksi di ibu kota provinsi, Makassar.

Aliansi Wija To Luwu mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran dengan massa yang lebih banyak untuk menuntut keadilan bagi Tana Luwu.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum memberikan pernyataan resmi tambahan terkait tudingan “Gagal Total” yang dilayangkan oleh para tokoh Luwu Raya tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa isu pemekaran bukan lagi sekadar wacana administratif, melainkan sudah menjadi harga diri bagi masyarakat Wija To Luwu.

Tekanan massa di jalanan biasanya menjadi langkah terakhir untuk memaksa isu ini masuk ke agenda prioritas nasional.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Tangan Dingin di Balik Anggaran: Menelisik Denting Harapan Palopo pada Indeks Keuangan Daerah

Uncategorized

Polres Morowali Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Tinombala Tahun 2024

Uncategorized

Tak Hanya Menjaga Kamtibmas, Polsek Bumi Raya Polres Morowali Turun Bantu Petani
Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah

Uncategorized

Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah

Uncategorized

Asal Mula Istilah “passobis”

Uncategorized

Luwu Siap Punya Sentra Penggilingan Padi Modern Terbesar di Luar Jawa

Uncategorized

DPD RI Minta Perusahaan Tambang di Sulsel Perhatikan Adat Budaya dan Kesejahteraan Masyarakat

Uncategorized

Izin Prinsip Tak Kunjung Terbit, Pertamina Sulselbar Dituding Abaikan Rekomendasi KKP RI Terkait SPBUN Bonepute