Home / Uncategorized

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:37 WIB

Bupati Andi Rahim Paparkan 3 Langkah Jitu Entaskan Kemiskinan di BP-Taskin

[​Strategi “Kail Bukan Ikan”]

​JAKARTA — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, melakukan langkah strategis dengan menyambangi kantor Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP-Taskin) di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Dalam audiensi tersebut, Andi Rahim memaparkan peta jalan (road map) komprehensif untuk mengakselerasi penurunan angka kemiskinan di “Bumi La Maranginang”.
​Pertemuan ini menjadi ajang sinkronisasi antara program daerah dengan kebijakan strategis nasional, guna memastikan intervensi kemiskinan dilakukan secara terukur dan tepat sasaran.

​Tiga Pilar Strategi Pengentasan Kemiskinan
​Di hadapan jajaran BP-Taskin, alumnus Teknik Unhas ini menguraikan tiga strategi utama yang menjadi motor penggerak Pemda Luwu Utara:

​Pengurangan Beban Pengeluaran: Mengandalkan bantuan dan subsidi agar pendapatan kelompok rentan tidak habis hanya untuk kebutuhan dasar, melainkan bisa dialokasikan ke sektor produktif.
​Peningkatan

Baca juga  Jembatan Beton Desa Lanona Rampung, Wujudkan Harapan Masyarakat dan Dorong Perekonomian Warga

Pendapatan Mandiri: Memperkuat daya saing masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. “Kita tidak ingin hanya memberi ikannya saja, tetapi juga kailnya,” tegas Andi Rahim.

Minimalisasi Kantong Kemiskinan: Memperbaiki infrastruktur dan layanan dasar di wilayah dengan konsentrasi penduduk miskin tinggi agar tidak lagi terisolasi.

Optimalkan 72,65 Km Garis Pantai: Rumput Laut Jadi Andalan
​Salah satu poin yang mencuri perhatian BP-Taskin adalah rencana pengembangan kawasan pesisir.

Dengan garis pantai sepanjang 72,65 km, Andi Rahim mendorong hilirisasi produk laut, khususnya rumput laut.

​”Fokus kami pada sempadan pantai sangat strategis. Selain rumput laut, ada potensi ikan kerapu dan lobster melalui sistem keramba yang mampu mendongkrak ekonomi warga pesisir secara mandiri,” jelas Bupati.

​Langkah ini mendapat apresiasi tinggi. Pihak BP-Taskin menilai strategi tersebut sejalan dengan visi pusat dalam menghapus kemiskinan ekstrem. Terlebih, Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia.

Baca juga  Syamsiar "Manohara" : Dari Layar Ponsel Menjadi Sosok Kontroversi yang Sulit Diabaikan

​Dukungan Internasional dan NGO
​Kepala Bapperida Luwu Utara, Aspar, yang turut mendampingi Bupati, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Bappenas akan membantu membuka akses ke pasar internasional dan NGO.

​”BP-Taskin merespons positif karena potensi pasar rumput laut sangat besar, termasuk permintaan dari Jepang. Bappenas akan membantu menghubungkan kita dengan NGO yang berminat melakukan pengembangan di Luwu Utara,” ungkap Aspar optimis.

​Dengan data by name by address yang akurat, Pemda Luwu Utara meyakini intervensi program dari pusat nantinya akan lebih fungsional dan memberikan dampak nyata bagi penurunan angka kemiskinan di daerah.(LHr/***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bupati Iksan Buka Pelatihan Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah bagi Kader PKK Morowali

Uncategorized

Inovasi Bahan Makanan Bergizi dengan Kampung Sayur

Uncategorized

Polres Morowali Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu di Desa Bahonsuai

Uncategorized

Kapolsek Bahodopi Sebut Foto Uang dan Sabu 2 Kg di Media Sosial adalah Hoax

Uncategorized

Selamat Idul Adha 1447 H (dr. Daud Mustakim, M.Kes)

Uncategorized

Polres Morowali Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Jelang  Pengamanan Pilkada 2024
Meski Ada Putusan MK, Wartawan Masih Berpotensi Dipanggil Aparat: Hak Tolak Jadi Pertaruhan

Uncategorized

Meski Ada Putusan MK, Wartawan Masih Berpotensi Dipanggil Aparat: Hak Tolak Jadi Pertaruhan

Uncategorized

Pemenuhan Hak Koreksi: Staf Khusus Putri Dakka Klarifikasi