MAKASSAR, PAMORNEWS – Dunia politik Sulawesi Selatan kembali dihebohkan dengan kabar kepindahan Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS). Anggota DPR RI Dapil 3 Sulsel ini dikabarkan meninggalkan Partai NasDem dan menyeberang ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dipimpin Kaesang Pangarep.
Meskipun kepastian perpindahan RMS masih menunggu pengumuman resmi, manuver ini langsung menimbulkan pertanyaan besar: Siapa yang akan menggantikan posisi RMS melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW) di Senayan?
NasDem Raih Dua Kursi, Tapi Sulit Mencari Pengganti
Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, NasDem berhasil mengamankan dua kursi di Dapil 3 Sulawesi Selatan, yang meliputi wilayah Luwu Raya, Toraja, hingga Sidrap dan Pinrang. Dua kursi tersebut diisi oleh RMS dengan perolehan suara fantastis 161.301, disusul oleh Stevani Rataba dengan 73.910 suara.
Secara aturan, pengganti RMS sebagai peraih suara terbanyak ketiga adalah nama di bawah Stevani Rataba, yakni Putri Dakka, yang mengumpulkan 53.700 suara.
Namun, jalan Putri Dakka menuju Senayan telah tertutup oleh keputusan politiknya sendiri.
Putri Dakka Goodbye NasDem
Harapan bagi Putri Dakka untuk otomatis mengisi posisi PAW RMS harus pupus setelah ia mengambil keputusan mengejutkan pasca-Pileg. Putri Dakka memilih hengkang dari NasDem dan bergabung dengan PDIP demi ambisinya bertarung dalam Pilwalkot Palopo.
Kepindahan ini bukan sekadar isu. Ketua Bappilu PDIP Sulsel, Risfayanti Muin, secara tegas mengonfirmasi bahwa Putri Dakka telah resmi menjadi kader PDIP sejak usai Pileg 2024.
”Partai ini merupakan rumah besar bagi seluruh kalangan. Setelah menjadi anggota dan kader, harapan kami semua kader memperjuangkan apa yang menjadi cita-cita partai,” ujar Risfayanti Muin, menegaskan status baru Putri Dakka. Bahkan, PDIP telah memberikan surat tugas kepada Putri Dakka untuk maju di Pilwali Palopo.
Dengan statusnya yang kini telah menjadi kader PDIP, Putri Dakka otomatis kehilangan haknya sebagai calon PAW dari Partai NasDem.(***)











