Home / Uncategorized

Jumat, 17 Oktober 2025 - 15:24 WIB

Duka di Saluran Irigasi: Kisah Alfarizky, Balita Dua Tahun yang Hilang dan Ditemukan Tak Bernyawa

BELOPA – Senyum dan tawa polos Alfarizky, balita berusia dua tahun dari Desa Tabbaja, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, kini hanya tinggal kenangan.
Harapan keluarga dan warga yang sempat membubung tinggi selama hampir satu hari pencarian, akhirnya luruh menjadi duka yang mendalam. Alfarizky, yang dilaporkan hilang sejak Kamis sore (16/10/2025), ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi, tak jauh dari rumahnya.
​Penemuan tragis ini mengakhiri pencarian heroik yang melibatkan tim SAR gabungan dari BPBD, Damkar, TNI-Polri, serta ratusan warga setempat. Jasad balita malang itu ditemukan pada Jumat pagi (17/10/2025), sekitar pukul 08.30 WITA, di area persawahan yang selama ini menjadi jalur utama pengairan sawah di Desa Tabbaja.​”Benar, jasad Alfarizky sudah ditemukan pagi tadi,” konfirmasi Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Luwu, Karyadi, dengan nada prihatin.
​Kronologi Kehilangan yang Menyayat Hati​Peristiwa nahas ini bermula pada Kamis sore. Ayah korban, Insaf, menceritakan bahwa Alfarizky terakhir terlihat sekitar pukul 14.00 WITA. Kehilangan ini terasa begitu tiba-tiba, meninggalkan luka tanya yang dalam bagi kedua orang tuanya.
​”Sebelum hilang, saya sempat keluar rumah karena ada orang yang mau ambil uang gabah. Saat istri saya memanggil anak-anak, pintu depan sudah terbuka dan Rizki tidak ada,” tutur Insaf.
​Kecurigaan muncul bahwa Alfarizky kemungkinan keluar rumah sendiri, mengikuti kakaknya yang saat itu pergi ke warung.
Dalam hitungan menit, Insaf dan istrinya terasa runtuh ketika menyadari putra bungsu mereka tak berada di mana-mana.
​Pencarian Melawan Malam dan Harapan
​Begitu kabar kehilangan tersebar, Desa Tabbaja langsung diselimuti ketegangan. Pencarian besar-besaran pun segera dilakukan.
Tim SAR gabungan dan warga bahu-membahu menyisir setiap sudut desa, dari area permukiman, kebun, hingga petak-petak sawah. Cahaya senter membelah kegelapan malam, menyertai setiap panggilan nama “Rizki” yang menggantung di udara.
​Fokus pencarian tertuju pada area-area berisiko, termasuk persawahan dan saluran irigasi.
Titik-titik yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, kini menjadi lokasi yang paling diwaspadai.
​Setelah bekerja keras menyusuri berbagai lokasi selama hampir satu malam penuh, tim pencari akhirnya menemukan Alfarizky. Ironisnya, lokasi penemuan adalah saluran irigasi yang berada tak jauh dari rumah korban.
Penemuan ini segera mengakhiri operasi pencarian yang melelahkan, sekaligus membubarkan tim SAR gabungan dalam suasana duka yang mencekam.
​Jasad Alfarizky langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Balita mungil itu kini telah dikebumikan, meninggalkan kesedihan mendalam di hati orang tua, keluarga, dan seluruh masyarakat Tabbaja.
Tragedi ini menjadi pengingat yang menyakitkan tentang bahaya tak terduga yang mengintai, terutama bagi balita yang lincah dan penuh rasa ingin tahu di sekitar lingkungan rumah.(***)

Share :

Baca Juga

Hadiri Wisuda Unanda, Pemkot Sisipkan Ucapan Terima Kasih atas Partisipasi dalam PSU

Uncategorized

Hadiri Wisuda Unanda, Pemkot Sisipkahttps://pamornews.com/wp-admin/post-new.phpn Ucapan Terima Kasih atas Partisipasi dalam PSU
Pengabdian Masyarakat Prodi S3 Kesmas UMB, Beri Edukasi Kesehatan Anak SLB dan Nelayan

Uncategorized

Pengabdian Masyarakat Prodi S3 Kesmas UMB, Beri Edukasi Kesehatan Anak SLB dan Para Nelayan

Uncategorized

Bupati dan Wabup Morowali Hadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79

Uncategorized

Pelayanan Publik Tetap Berjalan di Kutai Timur Meski di Tengah Pilkada

Uncategorized

Iksan Baharudin Soal Narasi Pertarungan di Pilkada Morowali 2024

Uncategorized

Relawan Jama’ah Rangkul Komunitas demi Menangkan Rachmansyah-Harsono

Uncategorized

Hadiri Peresmian Gedung Kantor BNN, Bupati Morowali Ajak Semua Elemen Bersinergi dalam Pemberantasan Narkoba

Uncategorized

Informasi Gangguan Layanan Distribusi Air