PALOPO – Dapur sekolah di Kota Palopo kini memasuki babak baru pengawasan yang lebih ketat. Bukan hanya soal rasa, tetapi keselamatan seratusan siswa dari potensi bahaya keracunan menjadi prioritas utama. Melalui langkah taktis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Palopo menggelar pelatihan masif bagi para penjamah makanan, sebuah upaya proaktif yang memposisikan mereka sebagai “benteng” pertama keamanan pangan anak sekolah.

Bertempat di MCH Palopo pada Sabtu, 18 Oktober 2025, suasana pelatihan dipenuhi aura keseriusan. Inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk meningkatkan standar higienitas dan kesehatan makanan yang setiap hari dikonsumsi oleh para pelajar.
Kepala Dinkes Kota Palopo, Irsan Anugrah, SKM, MM, yang diwakili oleh Kabid Kesehatan Masyarakat, Hardian Waly, secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pencegahan keracunan makanan adalah tugas yang diemban oleh setiap individu yang terlibat dalam rantai penyajian.
“Penjamah makanan memegang peran kunci, bukan sekadar pelayan, tapi penjaga kesehatan. Pelatihan ini adalah investasi moral dan kesehatan agar setiap hidangan yang disajikan terjamin aman, higienis, dan menyehatkan,” tegas Hardian Waly di hadapan peserta.
Sebelumnya, Korwil Pendidikan Kota Palopo, Syahrini, turut hadir menyuarakan perlunya sinergi kuat antara sektor pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, pemahaman yang sama mengenai keamanan pangan akan menciptakan lingkungan belajar yang optimal, di mana anak-anak dapat tumbuh sehat tanpa dibayangi risiko penyakit bawaan makanan.
Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada penyampaian teori. Dinkes Palopo berharap, ilmu yang didapat para penjamah makanan ini akan segera diterjemahkan menjadi standar operasional baru di kantin dan lingkungan sekolah.
Dengan dibekalinya lebih dari seratus peserta, Dinas Kesehatan optimis dapat menciptakan standar penyajian makanan yang lebih bersih, lebih aman, dan terpantau secara berkala, memastikan Kota Palopo bebas dari kasus keracunan pangan di kalangan siswa.
Setelah sesi pembukaan yang sarat pesan, acara dilanjutkan dengan materi inti pelatihan, membekali para penjamah makanan dengan pengetahuan praktis dan terkini dalam mengelola makanan yang aman dan bertanggung jawab. (***)











