IN MEMORIAM :
Haji Bur: Adik yang Menjadi Mentor, Calon Sekda yang Berpulang
OLEH : BASO AKHMAD
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka pagi ini sungguh menusuk. Sahabat, rekan, sekaligus mentor saya, Drs. H. Burhan Nurdin, M.Si., sudah menyelesaikan tugasnya.
Bagi Palopo, Haji Bur adalah seorang pemimpin, dari kursi Asisten I hingga garda terdepan di BPBD. Tapi bagi saya, ada kisah mentoring yang luar biasa.
Mentor Itu Jauh Lebih Muda dari Saya Inilah yang membuat kami terkesan. Secara usia, Burhan itu adik saya. Beliau jauh lebih muda. Tapi urusan kecakapan dan kepemimpinan, saya tidak segan-segan menjadikannya mentor.

Buktinya, ya kisah penerbangan sunyi itu.
”Hanya enam ji penumpang, termasuk saya ..” kenang beliau terakhir kali, menceritakan kembali momen saat beliau mendampingi saya—seorang yang lebih tua darinya—untuk presentasi tugas akhir di Bali.
Burhan Nurdin menunjukkan bahwa senioritas sejati itu tidak diukur dari tanggal lahir, tapi dari kecakapan dan kemauan untuk bertanggung jawab atas perkembangan orang lain. Beliau rela terbang jauh demi memastikan saya sukses.
Karier Panjang yang Terhenti Mendadak
Semua tahu, Burhan memiliki potensi karier yang sangat panjang. Rekan-rekan sejawatnya bahkan sudah mengunggulkan beliau sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) Palopo ke depan. Kecakapannya, ketegasannya, dan pengalaman lintas sektornya membuat beliau dinilai sangat layak.
Tapi takdir berkata lain. Jalan yang diprediksi masih panjang itu terhenti mendadak. Kita kehilangan bukan hanya seorang Kepala BPBD, tapi juga calon pemimpin masa depan Palopo yang sangat menjanjikan.
Kini, penerbangan terakhir Burhan telah tiba di peristirahatan abadi. Kisah beliau—tentang adik yang menjadi mentor dan calon pemimpin yang berpulang—akan selalu menjadi pengingat bagi kami semua di Palopo.
Bahwa kualitas kepemimpinan itu didapat dari dedikasi tulus, bukan hanya dari jabatan.
Selamat jalan, Haji Burhan Nurdin. Doa kami menyertai. (***)
#jangkauansemuaorang
#pemkotpalopoberduka
#pamornews MEMORIAM :
Haji Bur: Adik yang Menjadi Mentor, Calon Sekda yang Berpulang
OLEH : BASO AKHMAD
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka pagi ini sungguh menusuk. Sahabat, rekan, sekaligus mentor saya, Drs. H. Burhan Nurdin, M.Si., sudah menyelesaikan tugasnya.
Bagi Palopo, Haji Bur adalah seorang pemimpin, dari kursi Asisten I hingga garda terdepan di BPBD. Tapi bagi saya, ada kisah mentoring yang luar biasa.
Mentor Itu Jauh Lebih Muda dari Saya
Inilah yang membuat kami terkesan. Secara usia, Burhan itu adik saya. Beliau jauh lebih muda. Tapi urusan kecakapan dan kepemimpinan, saya tidak segan-segan menjadikannya mentor.
Buktinya, ya kisah penerbangan sunyi itu.
”Hanya enam ji penumpang, termasuk saya ..” kenang beliau terakhir kali, menceritakan kembali momen saat beliau mendampingi saya—seorang yang lebih tua darinya—untuk presentasi tugas akhir di Bali.
Burhan Nurdin menunjukkan bahwa senioritas sejati itu tidak diukur dari tanggal lahir, tapi dari kecakapan dan kemauan untuk bertanggung jawab atas perkembangan orang lain. Beliau rela terbang jauh demi memastikan saya sukses.
Karier Panjang yang Terhenti Mendadak
Semua tahu, Burhan memiliki potensi karier yang sangat panjang. Rekan-rekan sejawatnya bahkan sudah mengunggulkan beliau sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) Palopo ke depan. Kecakapannya, ketegasannya, dan pengalaman lintas sektornya membuat beliau dinilai sangat layak.
Tapi takdir berkata lain. Jalan yang diprediksi masih panjang itu terhenti mendadak. Kita kehilangan bukan hanya seorang Kepala BPBD, tapi juga calon pemimpin masa depan Palopo yang sangat menjanjikan.
Kini, penerbangan terakhir Burhan telah tiba di peristirahatan abadi. Kisah beliau—tentang adik yang menjadi mentor dan calon pemimpin yang berpulang—akan selalu menjadi pengingat bagi kami semua di Palopo.
IN MEMORIAM :
Haji Bur: Adik yang Menjadi Mentor, Calon Sekda yang Berpulang
OLEH : BASO AKHMAD
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka pagi ini sungguh menusuk. Sahabat, rekan, sekaligus mentor saya, Drs. H. Burhan Nurdin, M.Si., sudah menyelesaikan tugasnya.
Bagi Palopo, Haji Bur adalah seorang pemimpin, dari kursi Asisten I hingga garda terdepan di BPBD. Tapi bagi saya, ada kisah mentoring yang luar biasa.
Mentor Itu Jauh Lebih Muda dari Saya
Inilah yang membuat kami terkesan. Secara usia, Burhan itu adik saya. Beliau jauh lebih muda. Tapi urusan kecakapan dan kepemimpinan, saya tidak segan-segan menjadikannya mentor.
Buktinya, ya kisah penerbangan sunyi itu.
”Hanya enam ji penumpang, termasuk saya ..” kenang beliau terakhir kali, menceritakan kembali momen saat beliau mendampingi saya—seorang yang lebih tua darinya—untuk presentasi tugas akhir di Bali.
Burhan Nurdin menunjukkan bahwa senioritas sejati itu tidak diukur dari tanggal lahir, tapi dari kecakapan dan kemauan untuk bertanggung jawab atas perkembangan orang lain. Beliau rela terbang jauh demi memastikan saya sukses.
Karier Panjang yang Terhenti Mendadak
Semua tahu, Burhan memiliki potensi karier yang sangat panjang. Rekan-rekan sejawatnya bahkan sudah mengunggulkan beliau sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) Palopo ke depan. Kecakapannya, ketegasannya, dan pengalaman lintas sektornya membuat beliau dinilai sangat layak.
Tapi takdir berkata lain. Jalan yang diprediksi masih panjang itu terhenti mendadak. Kita kehilangan bukan hanya seorang Kepala BPBD, tapi juga calon pemimpin masa depan Palopo yang sangat menjanjikan.
Kini, penerbangan terakhir Burhan telah tiba di peristirahatan abadi. Kisah beliau—tentang adik yang menjadi mentor dan calon pemimpin yang berpulang—akan selalu menjadi pengingat bagi kami semua di Palopo.
Bahwa kualitas kepemimpinan itu didapat dari dedikasi tulus, bukan hanya dari jabatan.
Selamat jalan, Haji Burhan Nurdin. Doa kami menyertai. (***)
#jangkauansemuaorang
#pemkotpalopoberduka
#pamornews
Bahwa kualitas kepemimpinan itu didapat dari dedikasi tulus, bukan hanya dari jabatan.
Selamat jalan, Haji Burhan Nurdin. Doa kami menyertai. (***)
#jangkauansemuaorang
#pemkotpalopoberduka
#pamornews











