Home / Uncategorized

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:27 WIB

Luwu Utara Hebat! Program MBG Sukses Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Daerah

LUWU UTARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mungkin masih menjadi bahan perdebatan hangat di meja-meja diskusi warung kopi. Bahkan di ranah media sosial, program MBG ini acapkali menghadirkan sindiran keras bernada sarkastis oleh publik yang kontra dengan program ini.

Namun, kontroversi tentang program MBG tidak selalu menghadirkan cerita sinis oleh publik. Di Luwu Utara misalnya. Kontroversi MBG seolah sirna, digantikan suara denting peralatan masak dan hiruk pikuk pasar yang menandakan bahwa denyut nadi ekonomi luar biasa kencang.

Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Luwu Utara berhasil menyentuh angka 6,17%, yang membuat Luwu Utara berada pada posisi ke-6 percepatan pertumbuhan ekonomi di Sulsel. Lonjakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini mendapat apresiasi dari berbaga kalangan.

Salah satu faktor kunci di balik lonjakan ini adalah kontribusi masif sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang dipicu oleh implementasi Program MBG. Suka tidak suka, Program yang menjadi andalan Presiden Prabowo ini kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang masif.

Baca juga  Selesaikan Studi, Kepala UPT Pariwisata Harap Ilmu Magister Tita Kamila Bisa Majukan Wisata Daerah

“Yang sangat menarik dari melonjaknya pertumbuhan ekonomi Luwu Utara adalah pertumbuhan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, yang berkaitan dengan keberadaan program MBG yang dimulai pada 2025,” jelas Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Aspar, baru-baru ini.

Program MBG tak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi lokal. Karena keterlibatan UMKM, katering lokal, hingga serapan bahan baku dari para petani tentunya menciptakan perputaran uang yang begitu cepat di Luwu Utara.

Dalam keterangannya, Bupati Andi Rahim, mengatakan, keberhasilan program MBG sebagai salah satu instrumen penopang pertumbuhan ekonomi makro membuktikan bahwa kebijakan berbasis kebutuhan dasar masyarakat mampu memberikan dampak vertikal ke pertumbuhan ekonomi.

“Angka 6,17 persen ini bukan sekadar statistik. Ini adalah representasi dari warung-warung yang kembali ramai, petani yang produknya terserap, serta lapangan kerja baru di sektor jasa boga yang tercipta berkat adanya program Makan Bergizi Gratis,” ungkap Bupati Andi Abdullah Rahim.

Baca juga  Dua Manajemen PT Malili Supply Utama Diperiksa Kejari Luwu Timur Terkait Ambulans CSR

Sekadar diketahui, program MBG menimbulkan efek domino yang mampu menggerakkan seluruh sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, sehingga turut berkontribusi terhadap capaian 6,17 persen pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu Utara pada tahun 2025 kemarin.

Signifikansi sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum ini dapat dilihat dari meningkatnya omzet katering dan warung lokal (penyediaan makan-minum); tingginya serapan bahan baku lokal seperti telur, sayur, dan beras (pertanian); dan meningkatnya mobilitas logistik (akomodasi).

Peningkatan pada sektor ini juga diiringi dengan adanya peningkatan standar sanitasi dan kualitas olahan pangan tingkat UMKM. Sehingga tidak salah jika seandainya Luwu Utara dijadikan sebagai salah satu model keberhasilan integrasi antara program nasional dan potensi daerah. (LHr)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Gerbong Mutasi Pemkot Palopo Memanas: Perampingan OPD dan Transisi Kabinet Naili-Ome Jadi Pemicu

Uncategorized

Inovasi Bahan Makanan Bergizi dengan Kampung Sayur

Uncategorized

Bupati Morowali Ingin Pemerintahan Bersih Demi Masa Depan Generasi Morowali
DPRD Palopo Bersama Pemkot Palopo Sepakati RAPBD 2025

Uncategorized

DPRD Palopo Bersama Pemkot Palopo Sepakati RAPBD 2025

Uncategorized

Tokoh Masyarakat Sesalkan Sikap Gubernur Sulsel Terkait Aspirasi Provinsi Luwu Raya

Uncategorized

litik Keledai: Dilema Pejabat di Antara Kerja dan Citra

Uncategorized

Duka Anak Yatim dan Janji Kerja Rp15 Juta: Kekecewaan Kades Padang Kalua terhadap Rekrutmen PT BMS 

Uncategorized

Modul Inovatif Pembelajaran Matematika: “MODUL SERASI di Tingkat Sekolah Dasar Kota Palopo