Home / Uncategorized

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 14:29 WIB

Ilusi Independensi: Menjembatani Harapan Publik dan Realitas Jurnalisme

DARI REDAKSI :

​Ilusi Independensi: Menjembatani Harapan Publik dan Realitas Jurnalisme

​KRITIK pedas yang diterima jurnalisme warga ” kanal akhmad baso” terkait pemberitaan prestasi PDAM Palopo adalah sebuah anugerah, bukan kutukan.

Anugerah, karena hal itu membuktikan bahwa publik menaruh kepercayaan dan harapan agar media ini menjadi benteng kontrol sosial yang sesungguhnya.

Namun, kritik ini sekaligus membuka kotak Pandora yang lebih besar: ilusi independensi media.

​Komentar seperti, “saya kira media ini independen ternyata berita PDAM ini mengandung endorse… tidak menampilkan sisi pelayanan yang buruk,” mencerminkan pemahaman publik bahwa media yang ideal adalah media yang sepenuhnya bebas dari kepentingan, selalu menampilkan dua sisi, dan berani menentang kekuasaan.

Ini adalah idealisme yang sangat berharga, tetapi dalam praktik jurnalisme kontemporer, idealisme ini sering kali berhadapan dengan tembok tebal realitas.

Sekadar​ ilustrasi dan mendefinisikan Ulang Independensi.

​Independensi, dalam tataran paling murni, berarti kebebasan dari sensor atau kontrol—baik dari pemerintah, pemilik modal, maupun pihak berkepentingan lainnya.

Namun, konglomerasi media di Indonesia, di mana banyak stasiun televisi dan media online dimiliki oleh pengusaha yang merangkap politisi (fenomena yang Anda sebut dengan contoh Metro TV dan TV One), telah membuat makna independensi menjadi kabur, bahkan retak.

​Fakta bahwa Metro TV kerap dikaitkan dengan partai politik pemiliknya dan TV One dengan isu-isu yang dekat atau berseberangan dengan kepentingan pemiliknya, seperti tuduhan bahwa TV One “tak pernah menyentuh” kasus Lumpur Lapindo, atau Metro TV yang “tak pernah menyentuh privatisasi pulau oleh owner” adalah contoh nyata bagaimana kepentingan pemilik (oligarki media) dapat mengebiri fungsi kontrol sosial media.

Baca juga  Mudik Gratis Pemprov Sulsel 2026: Layani 10 Rute Strategis Termasuk Makassar-Luwu Raya

Dalam kasus ini, independensi bukanlah utopia, melainkan komoditas mahal yang jarang dimiliki.

​Lantas, bagaimana menjelaskan fenomena ini, terutama kepada audiens jurnalisme warga yang idealis?

​Jurnalisme Warga dan “Kemustahilan”

Independensi Mutlak

​Pada dasarnya, sangat sulit—bahkan mustahil—untuk menemukan media yang benar-benar independen mutlak. Setiap media, baik profesional maupun warga, pasti memiliki afiliasi atau keterbatasan:

​Afiliasi Ekonomi: Media profesional hidup dari iklan dan pemilik modal. Liputan yang kritis terhadap pemasang iklan besar atau perusahaan pemilik akan selalu menjadi dilema.

​Afiliasi Politik: Kepemilikan media oleh tokoh atau partai politik secara inheren akan mengarahkan kebijakan redaksi untuk mendukung atau setidaknya tidak menyerang kepentingan pemilik.

​Afiliasi Sosial/Personal: Fenomena “kontrol sosial terhadap saudara kandung sendiri” yang adalah inti dari kesulitan ini.

Dalam konteks jurnalisme warga yang akarnya dekat dengan komunitas lokal, sulit untuk bersikap netral total saat meliput entitas yang merupakan bagian integral (atau kerabat) dari lingkungan sosial jurnalis warga itu sendiri.

 

​Dalam kasus kanal , saat memberitakan prestasi PDAM, sudut pandang (angle) berita adalah profil perusahaan yang berprestasi. Kritik publik muncul karena mereka menuntut sudut pandang lain, yaitu sisi pelayanan buruk.

 

Independensi bagi “kanal akhmad baso” berarti ketaatan pada Kode Etik Jurnalistik dan prinsip keberimbangan. komentar kritis soal berita PDAM tersebut merupakan pengingat penting akan fungsi kontrol sosial.

Baca juga  Andi Abdullah Rahim Nakhodai DPD DMI Luwu Utara Periode 2026-2031: Era Baru Transformasi Masjid Dimulai

 

​Transparansi Sudut Pandang: perlu dijelaskan bahwa berita tersebut berfokus pada “profil perusahaan dan penghargaan yang diraih” (angle berita).

​Janji Keberimbangan sebagai Independensi yang Realistis: Alih-alih mengklaim independen mutlak, kami hanya ingin tegaskan komitmen untuk berimbang (memberitakan prestasi dan masalah) serta proporsional.

 

Bahwa kritik mengenai pelayanan buruk akan menjadi bahan liputan investigasi atau berita lanjutan di masa depan, untuk memenuhi tuntutan check and balance dari publik. Independensi yang realistis bukan berarti selalu menyerang, melainkan menyajikan kebenaran dari berbagai sisi.

 

​Kanal jurnalisme warga memiliki keuntungan: karena tidak terikat oleh kepentingan oligarki media besar. Jurnalisme warga justru harus merangkul “demokrasi media” dengan memberikan ruang bagi suara-suara yang selama ini diabaikan media mainstream.

 

​Independensi media bukanlah sebuah status statis yang bisa diklaim, melainkan sebuah perjuangan etika dan profesi yang berkelanjutan. Bagi “kanal akhmad baso,” independensi berarti:

​Keberanian Transparan: Mengakui adanya kritik dan janji untuk menindaklanjutinya.

​Keberimbangan Sudut Pandang: Jika hari ini memberitakan prestasi, esok harus siap memberitakan masalah (kontrol sosial).

​Ketaatan pada Publik: Menempatkan kepentingan publik, bukan pemilik kanal atau pihak yang diliput, sebagai prioritas utama.

​Dengan cara ini,kami tidak perlu mengklaim independensi mutlak yang mustahil, tetapi bertekad menunjukkan profesionalisme dan akuntabilitas yang merupakan esensi tertinggi dari jurnalisme, baik warga maupun profesional. Terimakasih bagi yang sudah menyampaikan Kritik. Ini adalah vitamin yang membuat jurnalisme tetap sehat dan relevan.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

36 TAHUN MENGABDIKAN DIRI, PERJALANAN PANJANG H ZAINAL SAMPAI DENGAN MASA PURNA TUGAS SEBAGAI KADIS PERINDAG

Uncategorized

Pemkab Morowali Bentuk TRC-PB Multisektor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana 

Uncategorized

Kapolres Morowali Gelar “Jumat Curhat” di Desa Tofuti, Dengar Langsung Aspirasi Warga

Uncategorized

Habis GELISHA Terbitlah IKLAS: Terobosan Penyebarluasan Informasi Publik yang Lebih Bernyawa

Uncategorized

Aktivis Sebut Kelalaian Pemerintah Palopo Berujung Maut, Tuntut Tanggung Jawab Hukum

Uncategorized

Wali Kota Palopo Sambut Hangat AKBP Arvin Hariyadi Lewat Jamuan Malam

Uncategorized

Jangan ada yang Coba Manfaatkan Situasi! Kapolres : Jaga Morowali dan IMIP, Ada Hajat Hidup Orang Banyak di Sini
Bimtek Life Skill Masyarakat Kawasan Rawan, Ciptakan Masyarakat Produktif dan Mandiri

Uncategorized

Bimtek Life Skill Masyarakat Kawasan Rawan, Ciptakan Masyarakat Produktif dan Mandiri