PALOPO – Dinamika birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Palopo kini tengah menjadi sorotan publik. Posisi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo kembali menjadi perbincangan hangat, seiring dengan akan berakhirnya masa jabatan pejabat yang saat ini memegang amanah tersebut pada 25 Juli mendatang.
Pertanyaan Publik dan Tantangan Kinerja
Fenomena beban kerja di lingkup birokrasi Palopo memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Banyak pihak mulai mempertanyakan efektivitas kinerja pejabat yang memegang tanggung jawab berlapis—mulai dari posisi administratif tertinggi hingga urusan operasional lainnya.
Di tengah tenggat waktu 25 Juli yang kian dekat, peluang pejabat petahana untuk kembali terpilih dikabarkan tertutup. Sumber Kanal Akhmad Baso dan PamorNews.com di lingkaran Gubernur Sulawesi Selatan secara “halus” menyebutkan bahwa usulan nama Pj Sekda Palopo saat ini sudah berada di tangan Gubernur.
Fokus perhatian kini mengerucut pada satu sosok figur yang dikenal luas sebagai pekerja keras dan berpengalaman, yang saat ini menduduki salah satu posisi paling strategis di lingkungan Pemerintah Kota Palopo.
Figur tersebut disebut-sebut sebagai kandidat yang paling kuat dibandingkan nama-nama lainnya yang sempat beredar, seperti Ade Chandra (Kepala Bapperida), Andi Farid Baso Rahim (Kalak BPBD Kota Palopo), dan Rachmat (Kepala DLH Kota Palopo).
Publik berharap agar proses ini dilakukan dengan transparan dan merujuk pada regulasi yang ada. Apakah akan dilakukan penyegaran melalui figur yang diusulkan tersebut untuk memastikan konsentrasi kinerja pada posisi strategis, atau ada kebijakan transisi lainnya?(***)








