Home / Kota Palopo

Sabtu, 4 April 2026 - 17:40 WIB

Makam Lokkoe: Jejak Abadi Kejayaan dan Spiritualitas Bangsawan Luwu di Palopo

PALOPO – Berdiri kokoh sebagai saksi bisu sejarah panjang Kedatuan Luwu, Kompleks Makam Lokkoe di Kelurahan Luminda, Kecamatan Wara Utara, terus menjadi magnet bagi peziarah dan pencinta sejarah. Situs purbakala yang dibangun sejak abad ke-17 ini bukan sekadar pemakaman, melainkan simbol integrasi budaya lokal dengan nilai-nilai Islam di Tana Luwu.

​Keunikan Arsitektur Tanpa Besi

​Makam Lokkoe memiliki ciri khas bangunan melengkung yang menyerupai gua, sesuai dengan namanya dalam bahasa setempat, “Lokkoe”. Menariknya, struktur utama makam ini dibangun tanpa menggunakan besi, melainkan susunan batu bata yang direkatkan dengan campuran bahan tradisional.

​Di dalam kompleks seluas kurang lebih 670 meter persegi ini, terdapat 37 makam Raja atau Datu Luwu serta dua makam syekh penyebar agama Islam. Terdapat tiga bentuk utama bangunan makam di dalamnya:

Baca juga  Sosialisasi Jelang Pilwalkot Palopo, FKJ Pasang Baliho di 48 Kelurahan

​Makam Lokko: Berbentuk melengkung seperti piramida.

​Makam Jarrae: Berbentuk segi empat menyerupai benteng.

​Makam Cippe: Berbentuk seperti batu besar yang sangat masif.

​Pusat Wisata Religi dan Budaya

​Memasuki tahun 2026, Makam Lokkoe tetap menjadi destinasi utama wisata religi di Kota Palopo. Lokasinya yang strategis—hanya sekitar satu kilometer dari Masjid Jami Tua Palopo—memudahkan akses bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menelusuri silsilah kerajaan tertua di Sulawesi Selatan ini.

​”Setiap menjelang bulan suci Ramadhan atau setelah hari raya, kompleks ini selalu dipadati peziarah. Tidak hanya dari keluarga kerabat kerajaan, tapi juga masyarakat umum yang ingin mendoakan para leluhur,” ujar penjaga makam.

Baca juga  Rasakan Program yang Berpihak Kepada Rakyat

​Upaya Pelestarian di Era Modern

​Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Kebudayaan terus melakukan pendampingan terhadap juru pelihara (jupel) untuk memastikan situs ini tetap terjaga keasliannya. Selain perawatan fisik, edukasi mengenai etika berziarah dan nilai-nilai kesopanan menjadi prioritas utama guna menjaga kesakralan area pemakaman bangsawan tersebut.

​Keberadaan Makam Lokkoe diharapkan terus menjadi pengingat bagi generasi muda akan kejayaan peradaban Luwu di masa lalu serta pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai identitas budaya yang tak lekang oleh waktu.(***)

Editor : aBa

Sumber : dinas pariwisata dan kebudayaan Palopo, Sulawesi Selatan

Share :

Baca Juga

Kota Palopo

FKJNUR For Palopo 2024; No. 2
Budi Sada Dukung FKJ NUR

Kota Palopo

Tim Militan Relawan BISA, Resmi Dikukuhkan Oleh Calon Walikota/Wakil Walikota Palopo 2024-2029

Kota Palopo

PSI Bakal Tandem di Pilkada Se Sulsel, FKJ Kembalikan Formulir
Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting di Posyandu Pepaya

Kota Palopo

Satu Lagi Gebrakan Pencegahan Stunting
Sosialisasi Jelang Pilwalkot Palopo, FKJ Pasang Baliho di 48 Kelurahan

Kota Palopo

Sosialisasi Jelang Pilwalkot Palopo, FKJ Pasang Baliho di 48 Kelurahan

Kota Palopo

Pemkot Palopo Luncurkan Pedoman Strategi KPP Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting

Kota Palopo

FKJ NUR Resmi Tunjuk Budi Sada sebagai Ketua Tim Pemenangan Pada Pilwalkot Palopo 2024

Kota Palopo

Penanaman Manggrove, Di Gagas DLH Palopo Mengisi Giat HLS 2024