Home / Uncategorized

Senin, 16 Februari 2026 - 08:29 WIB

Menanggalkan Helm Merah, Memungut Sampah: Misi Baru Rachmad di DLH Palopo”

PALOPO — Di tengah deru sirene dan panasnya api, nama Rachmad bukan sosok asing bagi warga Kota Palopo. Selama menjabat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, ia dikenal sebagai sosok yang reaktif dan tak segan turun ke lapangan dalam situasi darurat.

Namun, per 13 Februari 2026, babak baru dimulai. Rachmad resmi menanggalkan seragam biru damkar untuk memimpin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pertanahan.

​Semangat “Quick Response” di Medan Baru

​Banyak yang bertanya, mengapa seorang ahli penyelamatan kebakaran dipercaya mengurusi limbah dan pertanahan?

Jawabannya ada pada kedisiplinan operasional.

​Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, nampaknya menginginkan energi quick response yang dimiliki Rachmad untuk menyelesaikan masalah kronis perkotaan: sampah. Lingkungan hidup bukan lagi sekadar menanam pohon, melainkan manajemen darurat terhadap polusi dan kapasitas TPA yang kian menipis.

Baca juga  Patuhi Permenaker, Intens Transfer Keahlian Antarkaryawan IMIP

​”Jika di Damkar saya berhadapan dengan api yang melahap bangunan, di DLH saya berhadapan dengan ‘api’ masalah lingkungan yang jika dibiarkan akan melahap masa depan kota.”

​Tantangan Besar: TPA Mancani & Estetika Kota

​Tugas Rachmad tidaklah ringan. Di tahun 2026 ini, ia mewarisi beberapa agenda krusial:

​Bom Waktu TPA Mancani: Mengelola kapasitas tempat pembuangan akhir agar tidak mengalami over capacity.

Baca juga  Konsultasi Publik RDTR Lakombulo, Pemkab Morowali Dorong Penataan Ruang Terpadu dan Berkelanjutan

​Modernisasi Armada: Mengintegrasikan sistem pelaporan cepat (mirip sistem Damkar) untuk penjemputan sampah warga.

​Wajah Kota: Memastikan taman-taman kota kembali asri dan Palopo tetap mempertahankan standar kebersihan yang tinggi.

​Visi Utama: Mewujudkan Palopo sebagai kota yang tidak hanya tangguh (resilient) tapi juga berkelanjutan (sustainable).

​Rachmad kini membuktikan bahwa kepemimpinan adalah soal adaptasi. Dari memadamkan api, kini ia bertugas menyalakan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan.

Warga Palopo tentu menanti, apakah tangan dingin yang dulu terbiasa memegang selang pemadam mampu menyulap kota ini menjadi lebih sejuk dan tertata.(***)

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Kinerja Teruji, Kasrum Masih Dipercaya Duduki Kursi Kadis Dukcapil Luwu Utara

Uncategorized

PT MHA Paparkan Strategi Pengelolaan Limbah B3 di Luwu Timur

Uncategorized

Hari Santri, Pj Wali Kota Palopo Buka Pameran Expo Pesantren

Uncategorized

Warga Puungkoilu Anggap Bupati Iksan Bukan Sekadar Pemimpin, Tapi Bagian dari Keluarga

Uncategorized

KESBANGPOL APRESIASI TNI AL DAN BEA CUKAI ATAS PENGGAGALAN UPAYA PENYELUNDUPAN MIRAS DAN ROKOK ILEGAL DI MOROWALI

Uncategorized

Polwan Polres Morowali Gelar Pengaturan dan Patroli memperingati Hari Jadi ke-76 Polwan

Uncategorized

Modul Inovatif Pembelajaran Matematika: “MODUL SERASI di Tingkat Sekolah Dasar Kota Palopo

Uncategorized

Mengarungi Uji Kompetensi: 21 Pejabat Luwu Utara Ikuti Job Fit di Politeknik LAN Makassar