Home / Luwu Utara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:00 WIB

Mengenang Sosok “Arjuna” dari Luwu Utara: Pemimpin yang Tak Lupa Akar Rumput

Oleh: Lukman Hamarong

​Kabar duka itu datang memecah kesunyian, menyisakan ruang kosong di hati masyarakat Luwu Utara. Drs. H. Arifin Junaidi, M.M. sosok yang akrab disapa Pak Arjuna telah menyelesaikan pengabdiannya di dunia.

Kepergian beliau bukan sekadar kehilangan seorang mantan bupati, melainkan hilangnya salah satu putra terbaik yang memiliki ketangguhan karakter “tahan banting.”

​Bagi saya, sosok Arifin Junaidi bukan sekadar nama yang tercatat dalam lembaran sejarah birokrasi. Ingatan saya terlempar jauh ke tahun 2003, saat langkah pertama saya di dunia birokrasi bertemu dengan langkah mapan beliau sebagai Kepala Bappeda. Sejak saat itu, perjalanan karier kami seolah bersinggungan dalam linimasa yang personal.

​Melampaui Sekat Birokrasi

​Tahun 2004 menjadi saksi kedekatan profesional saya dengan beliau. Sebagai staf Humas-Protokol, saya melihat dari balik layar bagaimana beliau menapaki jenjang politik, berpasangan dengan Luthfi A. Mutty. Beliau adalah prototipe birokrat yang memahami ritme kerja dari bawah.

Baca juga  Cegah Korupsi, Luwu Utara Siap Bersinergi dengan Pertanahan dan Implementasikan 9 Program Strategis KPK

​Namun, waktu dan roda nasib memiliki caranya sendiri. Ketika beliau terpilih menjadi Bupati Luwu Utara periode 2010–2015, berpasangan dengan Indah Putri Indriani, saya justru memilih jalan berbeda: turun ke lapangan sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

​Di titik inilah, pandangan saya terhadap sosok “Arjuna” berubah. Jarak birokrasi yang memisahkan posisi kami—seorang Bupati di kursi kepemimpinan dan saya di tengah sawah—ternyata mampu ditembus oleh ketulusan.

​Jejak di Desa Buangin

​Ada satu momen yang akan terus terpatri dalam ingatan saya. Di tengah padatnya agenda sebagai orang nomor satu di Luwu Utara, beliau menyempatkan diri menyambangi wilayah binaan saya di Desa Buangin. Tanpa sekat yang kaku, beliau hadir meninjau Green House Kelompok Wanita Tani (KWT) yang saya dampingi dalam program P2KP.

​Kehadiran beliau di tanah berlumpur, di tengah petani, bukanlah sebuah seremoni semata. Itu adalah konfirmasi nyata bahwa beliau adalah pemimpin yang peduli pada hal-hal kecil di akar rumput.

Baca juga  Inayah Putri Azura Siswa, Siswi MA DDI Masamba Raih Juara I Lomba Desain Poster SMADEL Art Festival

Beliau selalu menghargai keringat petani dan kerja keras para penyuluh di lapangansebuah apresiasi yang jarang dirasakan oleh pekerja lapangan selevel kami.

​Warisan Ketangguhan

​Bagi saya, judul buku beliau, Birokrat Tahan Banting, bukanlah sekadar judul yang manis di sampul. Itu adalah cerminan hidupnya. Beliau bukan tipe pemimpin yang hanya nyaman di balik meja kerja yang dingin. Beliau adalah pejuang yang mengerti bahwa kepemimpinan yang sesungguhnya tumbuh dari kedekatan dengan rakyatnya.

​Selamat jalan, Pak Arjuna. Terima kasih telah mengajarkan bahwa jabatan tinggi tidak harus membuat seseorang kehilangan sentuhan kemanusiaannya. Dedikasi Bapak akan terus menginspirasi kami semua yang pernah belajar dari jejak langkah Bapak.

​Semoga segala amal ibadah Bapak diterima di sisi-Nya, diampuni segala khilafnya, dan berpulang dalam keadaan husnul khotimah. Amin yaa Rabbal Alamin.(**)

Share :

Baca Juga

Luwu Utara

Tingkatkan Pelayanan Pariwisata, Kepala Disporapar Luwu Utara Beri Motivasi Khusus Petugas ODTW

Luwu Utara

SMAN 1 Luwu Utara Sabet Juara Umum Turnamen Bola Voli SMANSA Lutra 2026

Luwu Utara

Pantang Surut di Tengah Keterbatasan: Dedikasi Petugas Kebersihan Luwu Utara Dalam Menjaga Wajah Kota Masamba

LUWU RAYA

Buka Puasa Bersama 361 PPPK, Wabup Lutra: Harus Jadi Teladan yang Baik!

Luwu Utara

UPT Pariwisata, Pemdes, dan Warga Pincara Gotong Royong Buka Jalur Jembatan yang Rusak

Luwu Utara

MTQ XXXIV Sulsel Resmi Dibuka, Bupati Luwu Utara: Momentum Membumikan Al Qur’an

Luwu Utara

Malam Ini, Kangen Band Bakal Guncang Masamba: Lapangan Tamsis Siap Jadi Lautan Manusia

Luwu Utara

Gemulai Penuh Makna! Siswa Akhir MA DDI Masamba Tampilkan Tari Tradisional dalam Ujian Praktik Seni Budaya