PALOPO – Jika jalan protokol adalah wajah, maka lorong-lorong adalah nadi sebuah kota. Di Kecamatan Bara, nadi itu kini mulai berdenyut lebih sehat. Lewat inisiatif program “Lorong Bersih”, pemukiman padat di gerbang utara Palopo ini perlahan bersalin rupa—dari kesan kumuh menjadi ruang yang lebih manusiawi.
Program ini bukan sekadar urusan sapu-menyapu. Bagi Camat Bara, Dewagau Laide, S.Hut., “Lorong Bersih” adalah upaya mengetuk kembali pintu kesadaran warga yang selama ini mungkin terkunci oleh kesibukan masing-masing.
Mengubah Paradigma di Balik Pagar
Selama ini, sampah seringkali dianggap selesai saat sudah berpindah dari halaman rumah ke selokan depan. Namun, di Kelurahan Temmalebba dan sekitarnya, paradigma itu mulai digempur. Melalui instruksi tegas ke tingkat RT/RW, warga diajak melihat lorong sebagai beranda bersama, bukan tempat pembuangan.
”Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Estetika kota itu tumbuh dari kerelaan warga menjaga lorongnya sendiri,” ujar Dewagau saat memantau aksi kerja bakti.
Gotong Royong
Di beberapa titik, program ini memicu kreativitas yang tak terduga. Lorong-lorong yang dulunya becek dan penuh tumpukan material sisa, kini mulai ditata. Beberapa manfaat nyata yang mulai dirasakan warga antara lain:
Drainase Lancar: Pembersihan sedimen di selokan kecil lorong secara efektif mengurangi genangan saat hujan mendadak di kuartal kedua tahun 2026 ini.
Ruang Sosial yang Sehat: Lorong yang bersih menjadi tempat bermain yang lebih aman bagi anak-anak dan ruang silaturahmi yang nyaman bagi warga di sore hari.
Keamanan Lingkungan: Area yang bersih dan tertata cenderung lebih terang dan terjaga, mengurangi risiko gangguan keamanan.
Tantangan Konsistensi
Menggerakkan orang banyak tentu bukan perkara mudah. Dewagau mengakui bahwa tantangan terbesar dari “Lorong Bersih” adalah konsistensi. Itulah sebabnya, aparatur kecamatan dan kelurahan kini lebih rutin turun ke lapangan, bukan sekadar memerintah, tapi memberi teladan dalam aksi kerja bakti.
Aksi ini juga diselaraskan dengan visi Hj. Naili Trisal untuk menjadikan Palopo kota yang sigap. Jika di kantor pelayanan birokrasi dipercepat, maka di lapangan, kebersihan dipacu.
Wajah Baru Gerbang Utara
Kini, saat melintasi wilayah utara Palopo, pemandangan mulai berubah. Lorong-lorong di Kecamatan Bara bukan lagi sekadar akses jalan sempit yang terabaikan. Mereka adalah bukti bahwa perubahan besar sebuah kota dimulai dari langkah kecil di depan pintu rumah sendiri.
Dengan program “Lorong Bersih”, Kecamatan Bara sedang mengirim pesan kuat kepada setiap pendatang yang memasuki Palopo: Bahwa di kota ini, kebersihan adalah kehormatan, dan gotong royong tetap menjadi identitas yang tak luntur dimakan zaman.(***)
Editor :aBa











