Home / News

Senin, 18 Mei 2026 - 13:18 WIB

Menuju Produsen Emas Besar Indonesia, PT Masmindo Dwi Area Perkuat Operasional Berbasis ESG di Luwu

​LUWU – Industri pertambangan emas tanah air bersiap menyambut kehadiran salah satu produsen besar berikutnya. PT Masmindo Dwi Area saat ini tengah memacu tahap pengembangan Proyek Emas Awak Mas yang berlokasi di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

​Dengan wilayah konsesi yang mencakup area seluas 14.390 hektar, proyek ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi industri pertambangan nasional serta roda perekonomian daerah. Untuk mendukung kelancaran seluruh proses ini, PT Masmindo Dwi Area mengintegrasikan koordinasi antara kantor pusat yang berlokasi di Graha Mitra, Jakarta, dengan kantor operasional (site) yang berada langsung di garis depan, tepatnya di Desa Rante Balla, Luwu.

Baca juga  Belum Kantongi UKL-UPL dan PBG, DPRD Luwu Bakal Gelar RDP Terkait RS Fitrah Anugrah Medika

​Komitmen Nyata Terhadap Lingkungan dan Masyarakat

​Di tengah ambisi pengembangannya, PT Masmindo Dwi Area menegaskan bahwa operasional tambang tidak hanya berfokus pada profitabilitas. Perusahaan berkomitmen penuh menerapkan pendekatan keberlanjutan melalui prinsip triple bottom line, yang menyeimbangkan antara aspek Lingkungan (Environmental), Sosial (Social), dan Tata Kelola (Governance/ESG).

​Sebagai wujud nyata dari kebijakan lingkungan tersebut, manajemen secara aktif menjalankan program pemantauan dan perlindungan lingkungan secara berkala di sekitar area operasional tambang. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ekosistem lokal tetap terjaga di setiap tahapan proyek.

Baca juga  PERUMDA TM Palopo Berbagi Paket Buka Puasa

​Sinergi dan Pelestarian Alam Kontinu

​Bergerak bersama pemangku kepentingan menjadi kunci utama bagi perusahaan. Masmindo secara rutin membangun sinergi dengan instansi pemerintah terkait, salah satunya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta menggandeng masyarakat lokal dalam berbagai aksi nyata pelestarian alam.

Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan keharmonisan antara industri modern dan kelestarian lingkungan hidup di wilayah Luwu.(***)
Editor :aBa
Sumber:Rilis – website masmindo

Share :

Baca Juga

News

Baso Akhmad Didaulat Jadi Penasihat SMSI Palopo: Perpaduan Pengalaman Pers dan Pemerintahan
Iksan Baharudin Abdul Rauf Usung Program Green dan Blue Economy, Maju Pilkada 2024

News

Iksan Baharudin Abdul Rauf Usung Program Green dan Blue Economy, Maju Pilkada 2024

News

Isu Pergantian Sekda Memanas: Tiga Nama Mencuat sebagai Calon Kuat

News

Apel Resik Bersih-Bersih TPI

News

FKJNUR Layak Juara 2024
Personil Satpol-PP Palopo Tryout Tes CPNS dan PPPK

News

Personil Satpol-PP Palopo Tryout Tes CPNS dan PPPK
MAKASSAR-- Pj. Wali Kota Palopo Drs. H. Firmanza DP., SH., M. Si didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palopo, Ny. Hj. Isnada Firmanza menghadiri Launching Aksi Stop Stunting (ASS) di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulawesi Selatan, Jl. Sungai Tangka No.31,Makassar Jumat, 25 Juli 2025. Selain itu, juga dilaunching Program Pendampingan Gizi di 504 Desa Lokus Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 serta dirangkaikan dengan Penandatanganan MoU Komitmen Pemerintah Daerah 24 Kab/Kota Dalam Mendukung Pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2025. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman, S.T. yang dihadiri oleh seluruh Kabupaten/ Kota se-Sulsel. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan komitmen kolektif dalam menangani masalah stunting, yang kini telah menjadi persoalan nasional. “Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Butuh kerja sama dari semua pihak, terutama peran aktif desa dan PKK sebagai garda terdepan,” tegasnya. Sebagai wujud komitmen nyata, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU komitmen bersama Pemerintah Daerah dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel dalam mendukung pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2025. Tak hanya itu, pada acara ini, Gubernur Sulsel juga melaunching sejumlah program pendukung lainnya seperti Ambulans Mini ICU RSUD, Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), serta program Sulsel Melayani Andalan Hati, yang kesemuanya dirancang untuk memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi Sulawesi Selatan dalam upaya kolektif mencegah dan mengurangi angka stunting. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat desa, diharapkan generasi masa depan tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.

News

Launching Aksi Stop Stunting (ASS)

News

Kaesang Pangarep Ajak Warga Palopo Coblos Nomor Urut 2 FKJ-NUR