Home / News

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:33 WIB

Nama Dicatut dalam Proyek 26 Ambulans Luwu Timur, Armin Jafar: Tanda Tangan Saya Dipalsukan!

LUWU TIMUR – Proyek pengadaan 26 unit ambulans melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Vale senilai lebih dari Rp6 Miliar kini di ambang badai hukum. Kasus ini semakin memanas setelah Direktur Utama PT Malili Suplai Utama, Armin Jafar, secara blak-blakan membongkar adanya dugaan manipulasi data dan pemalsuan dokumen dokumen otentik di dalam proyek tersebut.

​Armin menegaskan bahwa sebagai pimpinan tertinggi perusahaan yang memenangi proyek tersebut, dirinya sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam proses administrasi maupun pencairan dana kakap itu.

​”Saya tidak pernah dilibatkan mulai dari pengajuan berkas administrasi sampai pencairan dana. Kalau memang ada tanda tangan saya dalam prosesnya, itu tidak benar (dipalsukan), dan saya akan menempuh jalur hukum,” tegas Armin Jafar dengan nada geram kepada awak media, Senin lalu.

​Kronologi Pencatutan Nama dan ‘Putus Kontak’

Baca juga  Nikmati Mudik Gratis Pemprov Sulsel, 64 Warga Luwu Utara Pulang Kampung dengan Senyum Semringah

​Sengkarut ini mulai tercium publik setelah viralnya pemberitaan mengenai Erwin Sandi—rekanan pengadaan sekaligus Komisaris PT Malili Suplai Utama—yang dikabarkan menghilang dan lost contact saat proyek untuk 26 desa di Luwu Timur ini mulai bersoal.

​Armin menceritakan, awalnya ia memang sempat diajak oleh Erwin untuk mendirikan perusahaan dan menandatangani berkas legalitas di depan notaris. Saat itu, Armin setuju namanya ditempatkan sebagai Direktur Utama untuk keperluan proyek ambulans kompensasi PT Vale.

​Namun, pasca-urusan notaris selesai, Armin mengaku justru didepak secara sepihak dari lingkaran informasi. Ia tidak pernah lagi dihubungi terkait penandatanganan kontrak kerja sama dengan pihak terkait, apalagi mengenai proses pencairan uang yang nilainya sangat fantastis tersebut.

​Begitu kabar proyek ini bermasalah dan Erwin Sandi menghilang, Armin mencoba mencari kejelasan. Sialnya, nomor kontak sang komisaris sudah dalam keadaan tidak aktif.

Baca juga  Mudahkan Urusan Perpajakan, Kantor Konsultan Pajak Kini Hadir di Masamba

​Keabsahan Legalitas Dikonfirmasi

​Terpisah, seorang sumber tepercaya yang mengetahui alur prosedur administrasi pengadaan ambulans CSR PT Vale membenarkan status Armin. Berdasarkan dokumen resmi yang digunakan untuk mencairkan anggaran, nama Armin Jafar memang tercatat sah dan mutlak sebagai Direktur Utama perusahaan rekanan tersebut.

Hal ini memperkuat dugaan adanya penggunaan tanda tangan palsu untuk memuluskan pencairan dana tanpa sepengetahuan Armin.

​Hingga saat ini, keberadaan Erwin Sandi masih misterius dan belum memberikan klarifikasi resmi.

Dengan komitmen Armin Jafar yang siap membawa kasus pencatutan dan dugaan pemalsuan ini ke ranah hukum, proyek fasilitas kesehatan untuk masyarakat Luwu Timur ini dipastikan akan segera bergulir di meja penyidik kepolisian. (Tim)

Editor : aBa

Diolah dari sumber: Batarapos.com

 

Share :

Baca Juga

Pic. Dok Herald

News

EDITORIAL PAMORNEWS ​Menakar Opsi ‘Bypass’ Provinsi Luwu Raya: Melompati Ego, Menjemput Takdir Ekonomi

News

GPM Serentak Se-Sulsel

News

Pemkot Palopo Siapkan Rp 22 Miliar untuk THR ASN, Cair Awal Ramadan 1447 H
Pj Walikota Palopo dan Rektor UIN Temui Menag, Bahas Peresmian UIN dan Kerjasama Pendidikan

News

Pj Walikota Palopo dan Rektor UIN Temui Menag, Bahas Peresmian UIN dan Kerjasama Pendidikan

News

Pemekaran Provinsi Luwu dan Kabupaten Luwu Tengah Adalah Mandat Desartada Sejak 2016

News

Haerul Baderu Gerakkan Konten Kreator Wija To Luwu: “Viralkan Suara Provinsi Luwu Raya!”
Palopo Jalin MoU Strategis dengan Poltekpar Makassar

News

Palopo Jalin MoU Strategis dengan Poltekpar Makassar

News

Sekda Sulsel Akui Luwu Raya “Jantung” yang Sulit Dilepas