Home / KALIMANTAN TIMUR / Kutai Timur

Kamis, 7 November 2024 - 12:10 WIB

Pelatihan PMBA Tingkatkan Pengetahuan Gizi untuk Atasi Stunting di Kutim

Kutim – Dalam upaya mengatasi masalah gizi pada anak dan bayi, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang melibatkan tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas se-Kutim.

Pelatihan ini dilakukan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kalimantan Timur, yang menyediakan instruktur serta materi pelatihan yang difokuskan pada peningkatan keterampilan konseling gizi. Kegiatan ini berlangsung di Samarinda pada tanggal 4 November 2024, dengan peserta dari kalangan tenaga kesehatan yang mengelola program gizi dan kesehatan anak.

“Kami menggandeng Bapelkes Kaltim untuk melaksanakan pelatihan PMBA bagi para tenaga kesehatan, khususnya yang menangani program gizi dan anak di Puskesmas,” kata Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal, pada Selasa (05/10/2024).

Baca juga  Senam Sehat Buka Hari Kedua Bimtek DPPPA Kutim, Bangun Kebersamaan di Lombok

Konseling PMBA bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi tenaga kesehatan dalam membantu para orang tua dan pengasuh memahami cara pemberian makan yang baik dan aman bagi anak-anak mereka. Melalui konseling ini, orang tua dapat memahami berbagai aspek penting seperti keamanan pangan, penyimpanan makanan, dan waktu yang tepat untuk memberikan makan, baik saat anak dalam kondisi sehat maupun setelah sembuh dari sakit.

“Kami berharap konseling PMBA ini bisa meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemberian makan yang sehat dan cara penyajian makanan yang sesuai,” ujar Bahrani.

Selain itu, Bahrani menjelaskan bahwa PMBA sangat penting dalam masa pemberian makanan yang tepat, mulai dari ASI hingga makanan pendamping dan akhirnya makanan keluarga, dengan memperhatikan faktor usia, frekuensi makan, jumlah porsi, dan tekstur yang sesuai. Pendekatan ini sangat krusial dalam mencegah berbagai bentuk malnutrisi, seperti stunting, wasting, obesitas, dan kelebihan berat badan pada anak-anak.

Baca juga  Tim Penilai Verlap Provinsi Ke Kelurahan Tomarundung

Lebih lanjut, Bahrani menekankan bahwa program PMBA menjadi bagian dari intervensi spesifik pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak yang dapat berkontribusi pada target pengurangan angka stunting sebesar 30%.

“Intervensi spesifik ini memang difokuskan pada 1.000 HPK dan diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting di Kutim,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

KALIMANTAN TIMUR

Kutim Perkuat Sinergi OPD untuk Pertahankan Opini WTP BPK

KALIMANTAN TIMUR

Disdikbud Kutim Alokasikan Anggaran Rp 2,5 Miliar dan Lahan 4 Hektare untuk Museum

KALIMANTAN TIMUR

Porprov III Korpri Kaltim 2024: Ajang Unjuk Prestasi dan Persiapan Menuju Pornas 2025

KALIMANTAN TIMUR

Disdikbud Kutim Capai Kemajuan dalam Realisasi Anggaran dan Infrastruktur Pendidikan

KALIMANTAN TIMUR

Pjs Bupati Kutim Fokus pada Promosi Pariwisata Global dan Pembenahan TV Kutim

KALIMANTAN TIMUR

Pemkab Kutai Timur Kolaborasi Antar Instansi Tangani ODGJ

KALIMANTAN TIMUR

Pemkab Kutai Timur Kembangkan Aplikasi Berbasis Data Integrasi

KALIMANTAN TIMUR

Pjs Bupati Agus Hari Kesuma Akhiri Masa Tugas dengan Pesan Netralitas dan Integritas