[Gema Pemekaran dari Timur]
WATAMPONE – Arus dukungan untuk pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Bone semakin tak terbendung.
Tak hanya sekadar wacana di tingkat kabupaten, aspirasi masyarakat kini terbelah menjadi dua kekuatan besar: pembentukan Kabupaten Bone Selatan serta impian besar berdirinya Provinsi Bone Raya.

Bone Selatan: Menanti Ketuk Palu di Jakarta Berbeda dengan daerah lain yang masih merintis dukungan, Kabupaten Bone Selatan disebut sebagai salah satu calon DOB paling matang di Sulawesi Selatan.
Dari segi administratif, wilayah yang meliputi kecamatan di bagian selatan Bone ini dikabarkan telah masuk dalam skema prioritas nasional.
”Kami sudah menyelesaikan semua persyaratan teknis, mulai dari batas wilayah hingga kajian kemampuan ekonomi. Saat ini, bola panas ada di tangan Pemerintah Pusat. Rakyat Bone Selatan butuh akses pelayanan yang lebih dekat ke ibu kota baru, bukan lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Watampone,” ujar koordinator Forum Pemekaran Bone Selatan dalam pertemuan koordinasi di Kahu, Senin (26/1/2026).
Visi Provinsi Bone Raya: Upaya Memperpendek Rentang Kendali
Di sisi lain, gerakan menuju Provinsi Bone Raya juga mulai menunjukkan taringnya.
Luas wilayah Kabupaten Bone yang mencapai 4.500 kilometer persegi—hampir setara dengan luas beberapa provinsi di Pulau Jawa—menjadi alasan utama para tokoh masyarakat mendorong pemekaran tingkat satu.
Para inisiator Bone Raya menilai, dengan jumlah penduduk yang besar dan potensi sektor kelautan serta pertanian yang melimpah, Bone sudah sangat layak menjadi provinsi mandiri.
Hal ini dianggap sebagai solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di pelosok-pelosok desa yang selama ini dianggap kurang tersentuh.
Persamaan Nasib dengan Luwu Raya
Situasi di Bone mencerminkan kondisi di Luwu Raya. Keduanya sama-sama memiliki sejarah besar dan potensi ekonomi raksasa, namun terkendala oleh jarak koordinasi ke Makassar yang terlalu jauh.
Meski demikian, pengamat kebijakan publik mengingatkan bahwa hambatan utama tetaplah moratorium nasional.
Tanpa adanya pencabutan moratorium secara resmi dari Presiden, usulan Bone Selatan maupun Bone Raya tetap akan tertahan di meja administrasi Kemendagri sebagai “daerah persiapan”.
Rencana Wilayah Bone Selatan
Jika resmi mekar, Kabupaten Bone Selatan diproyeksikan akan beribu kota di Kecamatan Kahu dan mencakup sejumlah kecamatan strategis, di antaranya: Kahu, Libureng, Bontocani, Kajuara, Salomekko, Patimpeng, dan Tellu Limpoe.
Jika Luwu Raya berjuang melalui aksi massa yang frontal, Bone Raya cenderung bergerak melalui lobi-lobi politik strategis oleh tokoh-tokoh nasional asal Bone yang ada di Jakarta.
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun penentuan bagi masa depan peta administratif di Sulawesi Selatan.(***)











