Home / Uncategorized

Senin, 5 Januari 2026 - 20:08 WIB

Dobrak Protokoler, Bupati Lutra Pimpin ‘Orasi’ Perjuangan Provinsi Luwu Raya

LUWU UTARA — Terik matahari di awal tahun 2026 tidak menyurutkan semangat ratusan mahasiswa yang memadati jalanan di Kecamatan Bungadidi.
Di titik perbatasan antara Luwu Utara dan Luwu Timur itu, spanduk bertuliskan aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya berkibar di tengah riuh rendah orasi. Namun, pemandangan pada Senin (5/1/2026) siang itu menjadi tak biasa ketika sebuah mobil komando tak lagi hanya diisi oleh orator mahasiswa.
​Di atas kap kendaraan tersebut, berdiri sosok yang sangat dikenal publik Bumi Lamaranginang: Bupati Luwu Utara, Andi Rahim.
​Bukannya menghindar atau meminta pengamanan ketat, Andi Rahim justru memilih “melebur”.
Ia menanggalkan sejenak kekakuan protokoler untuk berdiri bahu-membahu dengan Aliansi Perjuangan Provinsi Luwu Raya.
Di hadapan massa yang memerah karena semangat dan peluh, sang Bupati mengambil mikrofon dan ikut “berorasi”.
​Suasana seketika hening saat Andi Rahim mulai berbicara. Bukan sekadar sambutan formal, kalimat-kalimat yang keluar darinya terasa seperti suntikan energi bagi para demonstran.
Ia menegaskan bahwa aspirasi menjadi provinsi bukanlah sekadar keinginan politik, melainkan perjuangan martabat masyarakat Tana Luwu yang sudah lama dinantikan.
​”Tetaplah berjuang, teruskan teriakan ini hingga menggema ke pemerintah pusat,” serunya di atas mobil demonstran, disambut riuh tepuk tangan mahasiswa.
​Pesan Andi Rahim jelas: perjuangan ini adalah milik kolektif. Ia bahkan tak ragu meminta dukungan langsung dari para pengguna jalan yang melintas di jalur trans-Sulawesi tersebut.
Baginya, setiap klakson dukungan dan doa dari masyarakat yang lewat adalah bahan bakar bagi perjuangan panjang ini.
​Kehadiran Bupati di tengah demonstrasi ini bukan sekadar pemandangan langka, melainkan simbol kuat bahwa pemerintah daerah berada di garis yang sama dengan rakyatnya.
Wilayah Bungadidi yang menjadi saksi bisu hari itu, seolah menjadi panggung penyatuan visi antara kaum intelektual muda dan pemegang kebijakan.
​”Semoga perjuangan Provinsi Luwu Raya akan menggema di semua kabupaten dan kota yang ada di Tana Luwu,” pungkas Andi Rahim dengan nada optimis sebelum menutup orasinya.
​Luwu Raya memang bukan sekadar nama geografis; bagi mereka, ini adalah harapan akan otonomi dan kesejahteraan yang lebih dekat.
Dan di perbatasan Bungadidi , pesan itu telah dikirimkan dengan lantang: Luwu Raya tidak sedang tidur, ia sedang berjuang untuk bangkit sebagai provinsi mandiri.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Aldhy Aldrial Rivaldy Somalinggi: Wajah Baru di DPRD Palopo

Uncategorized

Jejak Api di Menara Scrubber Morowali: Tiga Pekerja Terluka dan Sorotan Keselamatan Kerja
Wabup Morowali, Wakili Bupati dalam Rapat Paripurna terkait Penyampaian Tanggapan atas Ranperda Inisiatif DPRD Morowali

Uncategorized

Wabup Morowali, Wakili Bupati dalam Rapat Paripurna terkait Penyampaian Tanggapan atas Ranperda Inisiatif DPRD Morowali

Uncategorized

Konsultasi Publik RDTR Lakombulo, Pemkab Morowali Dorong Penataan Ruang Terpadu dan Berkelanjutan

Uncategorized

Bupati Iksan Tegaskan Disiplin ASN dan PPPK, Kehadiran Apel Jadi Sorotan

Uncategorized

Reses di Kecamatan Bara, Anggota DPRD Kota Palopo, Aris Munandar SH, menyoroti Soal Ini

Uncategorized

Adik ‘Ring Satu’ Tim Pemenangan Naili-Ome Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSU dr Palammai Tandi Palopo

Uncategorized

Informasi Gangguan Layanan Distribusi Air