Home / Kota Palopo

Kamis, 22 Agustus 2024 - 12:03 WIB

Perkuat Perlindungan Anak Melalui Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

PALOPO, Pamornews – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), menggelar sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Sosialisasi PATBM ini dilaksanakan melalui kegiatan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan pencegahan kekerasan terhadap perempuan lingkup daerah kabupaten/kota.

Sosialisasi yang dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palopo, Ilham Hamid, SE., M.Si., mewakili Pj Wali Kota ini, dilaksanakan di Auditorium SaokotaE, Rumah Jabatan Wali Kota Palopo, Rabu (21/08/2024).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palopo, Ramli, ST., MM., dalam laporannya mengatakan, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis

Masyarakat (PATBM) merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

Ramli melanjutkan, adapun maksud dan tujuan dari kegiatan itu adalah untuk menguatkan kapasitas masyarakat melakukan upaya perlindungan anak, dengan mencegah secara mandiri permasalahan kekerasan terhadap anak yang terjadi di masyarakat.

Baca juga  Pj Wali Kota Palopo Hadiri Pelantikan Pengurus IKA UNANDA 2025–2029

“Dalam penyusunan struktur, PATBM ini adalah fasilitator dan relawan yang diharapkan mampu mendampingi masyarakat dalam pengembangan PATBM sebagai salah satu Indikator Kota Layak Anak,” kata Ramli.

Sementara itu, Pj Wali Kota Palopo, Asrul Sani, S.H., M.Si., dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Ilham Hamid mengatakan, bahwa pertemuan pada kesempatan ini adalah untuk menyatukan persepsi, menguatkan komitmen seluruh stakeholder terhadap berbagai ancaman tindak kekerasan terhadap anak.

“Dengan memberi jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak hidup anak, untuk tumbuh berkembang secara optimal,” kata Ilham Hamid.

Menurut Ilham, berdasarkan data laporan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas-PA), kasus kekerasan dari waktu ke waktu terus meningkat.

“Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 3.547 kasus kekerasan terjadi di seluruh Indonesia, di mana angka itu terjadi peningkatan sebesar 30 persen dari tahun sebelumnya;” katanya.

Ilham melanjutkan, kekerasan terhadap anak bukan saja terjadi secara fisik langsung, namun juga melalui metode yang lain seperti cyber stalking dan pembullyan melalui media sosial yang memiliki dampak psikologis yang buruk pada korban.

Baca juga  Selamat Kepada Prof.Dr.Hj Nilawaty Uly, Ssi., Apt, M.Kes,. CIPA

“Tugas kita bersama adalah melakukan penguatan pengawasan terhadap anak melalui perangkat media sosial yang ada untuk mengantisipasi perilaku anak yang mengindikasikan terjadinya modus kejahatan dan kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

“Dampak media sosial terhadap perkembangan anak cukup besar, sehingga pelaku kejahatan seringkali memanfaatkan media tersebut sebagai perantara untuk melancarkan aksinya,” tandasnya.

Untuk diketahui, sosialisasi itu menghadirkan, Saldi Zulkifli, dari Lembaga Save the Children Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pemateri dan dipandu moderator, Winarni Nadjamuddin S.Sos., dari Dinas PPPA Kota Palopo.

Adapun peserta yang hadir berjumlah 129 orang yang terdiri dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) se-Kota Palopo serta tokoh Adat, tokoh Agama dan tokoh Masyarakat Kota Palopo. (*)

Share :

Baca Juga

Kota Palopo

Pemkot Palopo Beri Dukungan Moril Kepada Korban Longsor dan Keluarga

Kota Palopo

Jejak Kepedulian di JIEXPO: Saat Palopo Membuktikan Kesehatan Bukan Lagi Barang Mewah
Logo HUT RI ke-80 Bertema Bersatu berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju

Kota Palopo

Logo HUT RI ke-80 Bertema Bersatu berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju

Kota Palopo

Diklat Manajemen Risiko Untuk Karyawan PERUMDA TM Palopo
- Pj. Wali Kota Palopo, Asrul Sani, SH, M.Si., menghadiri kegiatan latihan bersama panahan Merah Putih se-Kota Palopo, yang diselenggarakan oleh Palopo Horsebow Community (PHC). Kegiatan ini digelar di Islamic Center Archery, Jl. Jendral Sudirman, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo, Sabtu (24/08/2024). Adapun tujuan kegiatan ini, untuk memupuk semangat nasionalisme dan mempererat silaturahmi di kalangan masyarakat Kota Palopo, sekaligus memperingati dan memeriahkan HUT ke-79 RI. Dalam sambutannya, Asrul Sani, mengatakan, bahwa olahraga panahan saat ini mulai mendapatkan sambutan yang positif dari semua kalangan masyarakat dan mulai menggeliat perkembangannya, serta mulai digemari oleh banyak anak muda. "Untuk kegiatan panahan bisa dimasukan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan para panitia panahan kiranya juga bisa membuat event skala pejabat," kata Asrul Sani. Sementara itu, Ketua PHC, Muchlis Zainuddin, mengatakan, kiranya kegiatan ini dapat melahirkan bibit-bibit atlet berbakat yang memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan dan pembuktian diri terhadap pembinaan yang telah dilakukan. "Serta mengikuti ajang untuk meraih prestasi ke jenjang yang lebih tinggi. Panahan dapat menjadi hobi yang menyenangkan dan menantang bagi orang-orang dari berbagai latar belakang usia," Ucap Muchlis. Oleh karena itu, Muchlis berharap pelaksanaan latihan bersama panahan yang dilaksanakan ini menjadi magnet atau daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk ikut menggeluti olahraga panahan. "Untuk itu, pengurus klub dan pelatih panahan dan kita semua agar lebih fokus melakukan pembinaan mencari bakat-bakat dan kemampuan dari bibit-bibit unggul daerah yang ada saat ini," pungkasnya. Muchlis menambahkan, PHC merupakan salah satu klub panahan tertua di Kota Palopo yang didirikan pada tahun 2019, dan belum memiliki sarana dan prasarana latihan. "Kami pada saat itu hanya bermodalkan semangat dan berkeyakinan bahwa panahan akan menjadi salah satu olahraga masyarakat di Kota Palopo," lebih lanjut Muchlis. Adapun tempat latihan pertama kali olahraga panahan, diantaranya di Benteng Raya, di Belakang Gedung Kesenian, dan di Lapangan Stadion Lagaligo. "Setelah stadion lagaligo di rehabilitasi, tempat latihan berpindah ke Jl. Dahlia dan Islamic Center yang semuanya masih menumpang di lahan masyarakat," tutup Muchlis. Untuk kategori dan peserta Latber sendiri terdiri dari Junior U-12 sebanyak 23 orang, Junior U-18 sebanyak 15 orang, Senior sebanyak 21 orang, dan beginner sebanyak 24 orang. Peserta tersebut bukan hanya dari Kota Palopo, melainkan juga dari Kabupaten Luwu, dan sejauh ini peserta yang mendaftar mencapai 67 orang . Untuk diketahui, bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, dimulai Sabtu 24 hingga Minggu 25 Agustus 2024. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara dan panahan secara seremonial oleh Pj. Wali Kota Palopo. Turut hadir Kapolres Palopo, Kepala BNN, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palopo, Kabid Dispora dan perwakilan Kampus UMB.

Kota Palopo

Olahraga Memanah Eksis Digemari, PHC Gelar Latber Panahan Merah Putih

Kota Palopo

Pasar Murah Rumah Pangan PKK Disambut Antusias Warga Palopo

Kota Palopo

Logo “Kota Idaman”, Simbol Pertumbuhan dan Harmoni Masa Depan

Kota Palopo

Mohon maaf lahir dan batin, Selamat Idul Fitri 1445 H