PALOPO – Upaya Pemerintah Kota Palopo untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kg tampaknya belum memberikan dampak instan di tingkat masyarakat bawah.
Meski kunjungan kerja ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) telah dilakukan untuk memantau stok, kenyataan di lapangan justru menunjukkan kondisi yang kontras: “si melon” masih sulit didapat dan harganya melambung tinggi.Drama “Umpet-umpetan” dan Harga Liar
Meski kunjungan kerja ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) telah dilakukan untuk memantau stok, kenyataan di lapangan justru menunjukkan kondisi yang kontras: “si melon” masih sulit didapat dan harganya melambung tinggi.Drama “Umpet-umpetan” dan Harga Liar
Berdasarkan pantauan dan keluhan warga, para pengecer kini mulai menerapkan sistem “umpet-umpetan”. Beberapa warga mengaku harus melewati proses tanya-jawab yang alot dengan penjual sebelum akhirnya barang dikeluarkan.
“Awalnya bilang tidak ada, kosong. Setelah kita tanya-tanya terus kenapa bisa kosong, baru mereka mengaku ada, tapi harganya mahal,” ujar salah satu warga yang mengeluhkan kondisi tersebut.
Harga di tingkat pengecer dilaporkan melonjak drastis ke kisaran Rp27.000 hingga Rp30.000 per tabung.
Angka ini jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Angka ini jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Pasokan ke Pengecer Merosot Tajam
Selain harga yang tidak terkendali, volume pasokan ke pedagang kecil juga mengalami penurunan signifikan.
Selain harga yang tidak terkendali, volume pasokan ke pedagang kecil juga mengalami penurunan signifikan.
Salah seorang penjual menyebutkan bahwa jatah yang biasanya mencapai 10 hingga 30 tabung per pengiriman, kini dipangkas drastis.
”Sekarang hanya dikasih 3 sampai 5 tabung saja. Bagaimana tidak langka kalau jatahnya dipotong begitu banyak,” keluh penjual tersebut.
”Sekarang hanya dikasih 3 sampai 5 tabung saja. Bagaimana tidak langka kalau jatahnya dipotong begitu banyak,” keluh penjual tersebut.
Warga Menanti Solusi Nyata
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan seremonial kunjungan ke tingkat hulu (SPBE), tetapi juga melakukan pengawasan ketat hingga ke tingkat pangkalan dan pengecer.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan seremonial kunjungan ke tingkat hulu (SPBE), tetapi juga melakukan pengawasan ketat hingga ke tingkat pangkalan dan pengecer.
Operasi pasar murah dan sanksi tegas bagi oknum yang menimbun atau memainkan harga sangat dinantikan untuk meredam gejolak ini.
Hingga berita ini
diturunkan, warga Palopo masih harus berburu gas LPG 3 kg di tengah ketidakpastian stok, demi memastikan dapur mereka tetap mengepul.(***)
Hingga berita ini
diturunkan, warga Palopo masih harus berburu gas LPG 3 kg di tengah ketidakpastian stok, demi memastikan dapur mereka tetap mengepul.(***)











