PALU, PAMORNEWS — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus memacu sektor pariwisata dengan mengusung konsep pariwisata berkelanjutan. Arah kebijakan ini menempatkan pariwisata tidak hanya sebagai sumber pendapatan, tetapi juga sebagai pendorong pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
Dalam upaya ini, terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus kebijakan pariwisata berkelanjutan di Sulteng.
1. Keberlanjutan Lingkungan: Menjaga Kekayaan Alam
Provinsi Sulteng memiliki potensi alam yang luar biasa, mulai dari keindahan laut di Kepulauan Togean hingga keunikan ekosistem Danau Poso. Oleh karena itu, kebijakan pariwisata diarahkan untuk melindungi dan melestarikan kekayaan alam tersebut. Program-program konservasi terumbu karang, pengelolaan sampah di area wisata, serta promosi penggunaan energi ramah lingkungan menjadi prioritas. Tujuannya adalah memastikan destinasi wisata tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang tanpa mengalami kerusakan.
2. Keberlanjutan Sosial dan Budaya: Melibatkan Masyarakat Lokal
Pemerintah menyadari bahwa masyarakat lokal adalah kunci keberhasilan pariwisata. Oleh karena itu, kebijakan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pengembangan pariwisata. Mulai dari perencanaan hingga pengelolaan, masyarakat lokal diberdayakan melalui pelatihan dan pendampingan. Langkah ini tidak hanya membuka peluang kerja dan usaha baru, tetapi juga memastikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, seperti tradisi suku Kaili atau suku Pamona, tetap terjaga dan menjadi daya tarik otentik bagi wisatawan.
3. Keberlanjutan Ekonomi: Menciptakan Pertumbuhan yang Merata
Dengan berfokus pada keberlanjutan, pariwisata di Sulteng diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang merata. Kebijakan ini mendorong diversifikasi produk wisata, sehingga tidak hanya bergantung pada satu jenis wisata. Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal juga menjadi perhatian, dengan memfasilitasi mereka untuk menjual produk kerajinan, kuliner khas, dan jasa wisata lainnya. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Arah kebijakan pariwisata berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadikan Sulawesi Tengah sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga menjamin kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakatnya.(***)











