Home / Uncategorized

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:24 WIB

Lumpuhkan Trans Sulawesi, Massa Blokade Perbatasan Luwu-Wajo Tuntut Pemekaran Provinsi

LUWU – Arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi mengalami lumpuh total pada Jumat (23/1).
Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi masyarakat dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di Desa

Batulappa, Kecamatan Larompong Selatan, tepat di titik perbatasan Kabupaten Luwu dan Kabupaten Wajo.
​Dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa melakukan blokade jalan dengan cara membakar ban bekas dan mendirikan “pondasi” simbolis di tengah badan jalan.

Aksi ini merupakan bentuk desakan keras kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera merealisasikan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
​Tuntut Janji Pemekaran

​Koordinator lapangan dalam orasinya menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan sekadar keinginan elit politik, melainkan kebutuhan mendesak masyarakat untuk pemerataan pembangunan dan pendekatan pelayanan publik.

Baca juga  UIN Palopo Angkat Bicara Soal Silatnas KKLR: Prof. Pirol Pertanyakan Mekanisme Undangan dan Ruang Kontribusi

“Kami sudah terlalu lama dianaktirikan dalam hal infrastruktur dan kesejahteraan. Pemekaran Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya adalah harga mati bagi harga diri rakyat Luwu,” teriak salah satu orator di atas mobil komando.

Selain isu pemekaran, massa juga menyoroti kondisi jalan Trans Sulawesi di wilayah perbatasan yang sering mengalami kerusakan namun lambat mendapat penanganan permanen dari pemerintah provinsi maupun pusat.
​Kemacetan Mengular Puluhan Kilometer

​Akibat blokade di perbatasan Luwu-Wajo ini, kendaraan logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi terjebak kemacetan panjang yang diperkirakan mencapai lebih dari 10 kilometer dari kedua arah.

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Luwu telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan negosiasi dengan massa aksi agar bersedia membuka akses jalan secara bergantian, terutama untuk kendaraan darurat seperti ambulans.

Baca juga  Pintu Masuk Dikenai Biaya, Keluar Ditagih Lebih Mahal: Keluhan Warga atas 'Parkir Gelap' di RSUD Sawerigading Palopo

Namun, hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi dan mengancam akan terus menduduki perbatasan hingga aspirasi mereka mendapat respons nyata dari pemangku kebijakan.

​Poin Utama Tuntutan Massa:
​Pencabutan Moratorium: Mendesak Pemerintah Pusat mencabut moratorium pemekaran wilayah khusus untuk Luwu Raya.

Pembentukan Luwu Tengah: Mempercepat pengesahan Kabupaten Luwu Tengah sebagai syarat administratif Provinsi Luwu Raya.
​Perbaikan Infrastruktur: Menuntut perbaikan jalan nasional di wilayah Luwu yang dinilai terabaikan.

Pemerintah setempat mengimbau kepada pengguna jalan yang hendak menuju Kota Palopo atau sebaliknya menuju Makassar untuk menunda perjalanan atau mencari informasi jalur alternatif, meskipun jalur di Larompong Selatan merupakan urat nadi utama yang sulit tergantikan.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

MASYARAKAT APRESIASI SOLUSI SOLUTIF, BUPATI MOROWALI, IKSAN PIMPIN RAPAT PENYELESAIAN LAHAN DI KECAMATAN BAHODOPI

Uncategorized

Warga Luwu Timur Tegaskan Lahan Sewa Sudah Jadi Pemukiman dan Kebun Produktif

Uncategorized

Menimbang Lidah Pejabat di Tana Luwu

Uncategorized

DUKUNG PROGRAM 100 HARI KERJA BUPATI, IRBAN IV YUSUF JACUB PERKUAT AWASI DANA DESA DAN BUMDES DI WILAYAH KEPULAUAN

Uncategorized

KESBANGPOL APRESIASI TNI AL DAN BEA CUKAI ATAS PENGGAGALAN UPAYA PENYELUNDUPAN MIRAS DAN ROKOK ILEGAL DI MOROWALI

Uncategorized

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rusun/flat Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel

Uncategorized

Wakil Bupati Iriane Iliyas Buka Turnamen Sepak Bola Wanita 2025, Gelorakan Semangat Perempuan di Dunia Olahraga

Uncategorized

Komitmen Palopo untuk Tata Kelola Bersih di Kancah Pemberantasan Korupsi Sulsel