Luwu Utara — Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mujahidin DDI Masamba, Ir. Ahmad Syafe’i, secara resmi menutup agenda Pelatihan Muballigh(ah) Muda Tingkat Dasar dan Lanjutan pada Sabtu (14/2/2026).
Bertempat di MIS Al Ikhlas Balebo, Masamba, acara penutupan ini ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para peserta terbaik.
Dalam sambutannya, Ahmad Syafe’i memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran panitia dan seluruh peserta. Ia mengaku bangga melihat kedisiplinan serta antusiasme luar biasa yang ditunjukkan para kader selama mengikuti proses pelatihan.
“Pemberian piagam penghargaan ini merupakan bentuk motivasi agar para muballigh dan muballighah muda terus mengembangkan potensi diri. Kami ingin mereka tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat,” ujar Ahmad.
Dakwah Kreatif di Era Digital
Lebih lanjut, Ahmad menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, melainkan amanah besar. Para peserta diharapkan mampu menjadi teladan serta pelopor dakwah yang santun dan mencerahkan.
Menurutnya, tantangan dakwah saat ini telah bergeser ke ranah digital. Oleh karena itu, seorang dai muda wajib memiliki tiga pilar utama:
Ilmu Agama yang Kuat: Sebagai fondasi dasar dalam berdakwah.
Akhlak Mulia: Menjadi cerminan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Adaptasi Teknologi: Kemampuan memanfaatkan media digital sebagai sarana syiar yang efektif.
Sinergi untuk Mencetak Kader Unggul
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Ponpes Al-Mujahidin DDI Masamba dan DPD BKPRMI Luwu Utara. Dengan mengusung tema “Peran Muballigh dan
Muballigh(ah) sebagai Pelopor Dakwah Kreatif di Era Digital”, pelatihan ini fokus mencetak kader yang responsif terhadap tantangan zaman.
Harapannya, para lulusan pelatihan ini tidak hanya cakap dalam berorasi di atas mimbar, tetapi juga bijak dalam bermedia sosial dan mampu menghadirkan konten-konten dakwah yang kreatif bagi generasi milenial dan Gen Z. (Hasdir/LHr/*)










