Home / Uncategorized

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:12 WIB

Menuju Estetika Kota: Menghidupkan Roh “Lorong Bersih” di Utara Palopo

PALOPO – Jika jalan protokol adalah wajah, maka lorong-lorong adalah nadi sebuah kota. Di Kecamatan Bara, nadi itu kini mulai berdenyut lebih sehat. Lewat inisiatif program “Lorong Bersih”, pemukiman padat di gerbang utara Palopo ini perlahan bersalin rupa—dari kesan kumuh menjadi ruang yang lebih manusiawi.

​Program ini bukan sekadar urusan sapu-menyapu. Bagi Camat Bara, Dewagau Laide, S.Hut., “Lorong Bersih” adalah upaya mengetuk kembali pintu kesadaran warga yang selama ini mungkin terkunci oleh kesibukan masing-masing.

 

​Mengubah Paradigma di Balik Pagar

 

​Selama ini, sampah seringkali dianggap selesai saat sudah berpindah dari halaman rumah ke selokan depan. Namun, di Kelurahan Temmalebba dan sekitarnya, paradigma itu mulai digempur. Melalui instruksi tegas ke tingkat RT/RW, warga diajak melihat lorong sebagai beranda bersama, bukan tempat pembuangan.

 

​”Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Estetika kota itu tumbuh dari kerelaan warga menjaga lorongnya sendiri,” ujar Dewagau saat memantau aksi kerja bakti.

Baca juga  Kick Off Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

 

​Gotong Royong

 

​Di beberapa titik, program ini memicu kreativitas yang tak terduga. Lorong-lorong yang dulunya becek dan penuh tumpukan material sisa, kini mulai ditata. Beberapa manfaat nyata yang mulai dirasakan warga antara lain:

​Drainase Lancar: Pembersihan sedimen di selokan kecil lorong secara efektif mengurangi genangan saat hujan mendadak di kuartal kedua tahun 2026 ini.

 

​Ruang Sosial yang Sehat: Lorong yang bersih menjadi tempat bermain yang lebih aman bagi anak-anak dan ruang silaturahmi yang nyaman bagi warga di sore hari.

​Keamanan Lingkungan: Area yang bersih dan tertata cenderung lebih terang dan terjaga, mengurangi risiko gangguan keamanan.

 

​Tantangan Konsistensi

 

​Menggerakkan orang banyak tentu bukan perkara mudah. Dewagau mengakui bahwa tantangan terbesar dari “Lorong Bersih” adalah konsistensi. Itulah sebabnya, aparatur kecamatan dan kelurahan kini lebih rutin turun ke lapangan, bukan sekadar memerintah, tapi memberi teladan dalam aksi kerja bakti.

Baca juga  Kabar Gembira! Bupati Luwu Utara Pastikan Pembayaran THR Idulfitri bagi PPPK

 

​Aksi ini juga diselaraskan dengan visi Hj. Naili Trisal untuk menjadikan Palopo kota yang sigap. Jika di kantor pelayanan birokrasi dipercepat, maka di lapangan, kebersihan dipacu.

 

​Wajah Baru Gerbang Utara

 

​Kini, saat melintasi wilayah utara Palopo, pemandangan mulai berubah. Lorong-lorong di Kecamatan Bara bukan lagi sekadar akses jalan sempit yang terabaikan. Mereka adalah bukti bahwa perubahan besar sebuah kota dimulai dari langkah kecil di depan pintu rumah sendiri.

 

​Dengan program “Lorong Bersih”, Kecamatan Bara sedang mengirim pesan kuat kepada setiap pendatang yang memasuki Palopo: Bahwa di kota ini, kebersihan adalah kehormatan, dan gotong royong tetap menjadi identitas yang tak luntur dimakan zaman.(***)

Editor :aBa

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Merajut Sinergi, Wali Kota Palopo Ajak SMSI Lahirkan Informasi Konstruktif untuk Investasi Daerah

Uncategorized

Sagu, Solusi Ganda Lutra: Ide Konservasi DPRD Direspons Positif Tokoh Luwu Raya dengan Bukti Nyata Ekonomi

Uncategorized

Sinyal Kuat Diplomasi Pendidikan: UMB Palopo ‘Diserbu’ Calon Mahasiswa Timor Leste

Uncategorized

Pj Sekda Lutra Peringatkan Warga, Modus Penipuan Catut Nama Pejabat Kembali Marak

Uncategorized

Jalur Ibadah Warga Aman Jelang Ramadan: Respons Kilat Pemkot Palopo Tangani Kanal Ambruk di BTN Nyiur

Uncategorized

Sinergi Lintas Sektor, UPT dan Bidang Pariwisata Disporapar Lutra Gotong Royong Bersihkan ODTW Pincara

Uncategorized

Ketika Nama Adat Ranteballa “Diperdagangkan” untuk Kepentingan Pribadi

Uncategorized

Sat Lantas Polres Morowali Gelar Pengamanan Shalat Tarawih untuk Jaga Ketertiban Selama Ramadan