MASAMBA – Inisiasi DPRD Luwu Utara (Lutra) untuk menjadikan sagu sebagai kunci konservasi sungai sekaligus penguatan ekonomi lokal mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat Luwu Raya, Dr. H. Abubakar Malinta. Tokoh kelahiran Masamba ini tidak hanya mendukung, tetapi juga menyertakan bukti konkret betapa tingginya potensi ekonomi sagu.

Gagasan ini berawal dari usulan Ketua Komisi II DPRD Lutra, Andi Sukma, yang dalam resesnya meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera memprogramkan penanaman sagu secara masif di sepanjang bantaran sungai-sungai utama, mulai dari Sungai Sabbang hingga Tanalili.
Andi Sukma menekankan bahwa perakaran sagu yang kuat akan berfungsi sebagai “benteng alami” untuk mencegah erosi dan mengurangi risiko bencana banjir serta longsor—masalah kronis di Lutra. Di saat yang sama, sagu akan membuka peluang industri dan peningkatan kesejahteraan.
Dukungan Penuh dan Bukti dari Lapangan
Menanggapi usulan visioner dari legislatif tersebut, Dr. H. Abubakar Malinta, yang merupakan Warga Palopo kelahiran Masamba tahun 1945, menyatakan dukungan penuh dan mendesak DLH Lutra agar segera merealisasikannya.
”Sebagai Warga Palopo kelahiran Masamba, saya harapkan Dinas Lingkungan Hidup Lutra segera merealisasikan penanaman sagu sepanjang bantaran sungai-sungai besar di Lutra atas usulan Anggota DPRD Lutra Andi Sukma,” ujar Abubakar Malinta.
Dukungan H. Abubakar Malinta ini semakin menguat dengan disajikannya sebuah contoh kasus nyata yang membuktikan potensi ekonomi sagu. Ia menceritakan kisah sukses di Desa Katulungan:
”Di Desa Katulungan, bapaknya Armin S. Bhs Inggeris… punya kebun Sagu sekitar 2 ha, berhasil membiayai 3 orang anaknya menjadi Sarjana dari harga produksi sagunya.”
Kisah ini menjadi penegas bahwa sagu bukan hanya sekadar solusi penghijauan atau pangan tradisional semata, tetapi merupakan komoditas bernilai tinggi yang mampu menopang pendidikan dan mengangkat taraf hidup keluarga petani.
Sagu: Melestarikan Lingkungan, Mencerdaskan Bangsa
Kombinasi antara pandangan DPRD dan kesaksian tokoh masyarakat ini menciptakan narasi yang kuat: Sagu adalah solusi konservasi berbasis kearifan lokal yang terbukti memiliki daya ungkit ekonomi.
Andi Sukma melihat potensi sagu sebagai solusi ganda untuk lingkungan dan ekonomi, sementara Dr. Abubakar Malinta memberikan dimensi yang lebih mendalam, yakni sagu sebagai penjamin masa depan pendidikan anak bangsa.
Kini, bola panas ada di tangan DLH Luwu Utara. Dengan dukungan penuh dari legislatif dan dorongan kuat yang disertai bukti nyata dari tokoh masyarakat seperti Dr. Abubakar Malinta, harapan masyarakat Lutra terhadap program sagu ini semakin besar.
Jika terwujud, program penanaman sagu ini akan menjadi ikon baru Luwu Utara—simbol integrasi antara pelestarian lingkungan, kemandirian ekonomi, dan warisan budaya yang mampu bertahan menghadapi tantangan modern.(***)










