Home / Uncategorized

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:37 WIB

Ustaz Suparman Sosialisasi Program Pengabdian Masyarakat Melalui Kajian Keislaman di Masjid An-Nur

LUWU UTARA — Dosen Program Studi Ilmu Hukum Universitas Andi Djemma (Unanda), Suparman Mannuhung, melaksanakan kajian keislaman bakda Magrib dan Isya di Masjid An-Nur, Masamba.

Kegiatan yang dihadiri jemaah dari berbagai kalangan tersebut tidak hanya membahas nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjadi media sosialisasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di kawasan rawan bencana.

Dalam penyampaiannya, Suparman Mannuhung menjelaskan rencana pelaksanaan PKM bertema “Pemberdayaan Masjid Ramah Bencana melalui Implementasi Green Zakat Framework dan Literasi Ekoteologi di Kawasan Rawan Bencana.”

Program ini bertujuan memperkuat peran masjid sebagai pusat edukasi, pemberdayaan sosial, serta penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

Menurutnya, konsep Green Zakat Framework merupakan pengembangan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan, mitigasi bencana, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga  Irfan Dahri Tegaskan Pengusulan Lima Karyawan PT Panply Bisa Dibatalkan

“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara produktif dan berwawasan lingkungan ini, umat dapat berkontribusi dalam upaya membangun ketahanan sosial dan ekologis,” jelasnya.

Dalam kajian tersebut, Suparman juga memperkenalkan konsep literasi ekoteologi Islam, yaitu pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah keagamaan. Ia pun mengutip firman Allah SWT:

> وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56)

Ia menegaskan bahwa ajaran Islam mengandung nilai-nilai pelestarian lingkungan, pengurangan risiko bencana, dan kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

Baca juga  Peringati HANI 2025, Pj Wali Kota Palopo : Narkoba Musuh Kita Semua, Mari Kita Berantas

Kajian berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diikuti antusias jemaah lainnya. Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan ini juga membuka ruang dialog mengenai peran masyarakat dan masjid dalam upaya mendukung program pemberdayaan berbasis keagamaan dan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Suparman berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa masjid dapat menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana, peduli lingkungan, dan aktif mengoptimalkan potensi ZIS untuk kemaslahatan umat.

Kegiatan kajian dan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya awal membangun kolaborasi antara akademisi, pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan Masjid Ramah Bencana sebagai pusat ibadah, edukasi, dan pemberdayaan sosial yang berkelanjutan. (**/LHr)

 

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Jalur Ibadah Warga Aman Jelang Ramadan: Respons Kilat Pemkot Palopo Tangani Kanal Ambruk di BTN Nyiur

Uncategorized

Semua Lewat Meja Wali Kota, Efisiensi Versus Akuntabilitas

Uncategorized

Sinergi Santai Pasca Paripurna: Walikota Naili dan Kalak BPBD Bahas Nasib Petani Mungkajang

Uncategorized

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Hamsir Hamid, ST

Uncategorized

Kadis Kominfo-SP Luwu Utara Ingatkan ASN: WFA Itu Kerja, Bukan Libur Tambahan

Uncategorized

Menuju Estetika Kota: Menghidupkan Roh “Lorong Bersih” di Utara Palopo

Uncategorized

Kapolres Morowali Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lalulintas Tahun 2024

Uncategorized

Catut Atribut Aparat, Oknum Wartawan “Target Tipikor” Diduga Peras Sopir Tangki BBM