LUWU UTARA — DUNIA birokrasi Luwu Utara mungkin mengenal sosok Bapak Muhammad Nur sebagai mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang tegas dan berdedikasi.
Namun, bagi rekan-rekan sejawatnya, almarhum adalah lebih dari sekadar pejabat publik. Beliau adalah sosok sahabat yang menyimpan ketenangan luar biasa, bahkan saat ia sendiri harus berjuang melawan kondisi kesehatannya.
Kenangan mendalam itu tersimpan rapi dalam ingatan saya, tepatnya pada tahun 2017. Saat itu, kami bersama-sama mengikuti pendidikan kepemimpinan di Bali. Dalam agenda yang padat dan penuh tantangan tersebut, saya berkesempatan untuk berbagi kamar dengan almarhum.
Di balik seragam dinas dan tanggung jawab besar yang dipikulnya sebagai sesama rekan seangkatan—bersama sosok lain seperti Pj Sekda Luwu Utara , Bapak Jumal Lussa , Bapak Misbah ( Kadis Perhubungan Luwu Utara) dan Bapak Yasir Taba yang kini telah purna bhakti—almarhum adalah pribadi yang hangat. Ia memiliki kemampuan unik untuk mencairkan suasana dengan sifatnya yang humoris.
”Beliau itu orangnya tenang, loyal, namun humoris,” kenangan saya sembari menatap kembali potret beliau.
Ketabahan almarhum menjadi pelajaran hidup tersendiri bagi kami di masa itu. Meskipun kondisinya sering tidak stabil dan beberapa kali harus menahan rasa sakit hingga terpaksa absen dalam sesi materi pelatihan, ia tidak pernah kehilangan semangat untuk menyelesaikan pendidikannya.
Ketabahan almarhum menjadi pelajaran hidup tersendiri bagi kami di masa itu. Meskipun kondisinya sering tidak stabil dan beberapa kali harus menahan rasa sakit hingga terpaksa absen dalam sesi materi pelatihan, ia tidak pernah kehilangan semangat untuk menyelesaikan pendidikannya.
Ia tetap hadir dengan senyuman dan sapaan yang meneduhkan, menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin yang tidak membiarkan kerapuhan fisik menghalangi komitmennya.
Kini, rekan-rekan seperjuangan beliau, beberapa diataranya telah memasuki masa purna bhakti. Kepergian Bapak Muhammad Nur tentu meninggalkan lubang yang dalam di hati keluarga besar dan rekan-rekan sejawat. Namun, kenangan tentang sosok yang humoris, teguh dalam kebersamaan, dan penuh dedikasi akan terus hidup.
Selamat jalan, Bapak Muhammad Nur. Semoga segala amal kebaikan selama mengabdi dan ketabahan yang Bapak tunjukkan menjadi cahaya yang menuntun Bapak ke tempat terbaik di sisi-Nya.(aBa)











