Reportase : Ahyar
SUASANA pemerintahan Kota Palopo terasa sedikit berbeda sore kemarin. Tak ada meja rapat, tumpukan dokumen, atau suasana birokrasi yang kaku. Yang ada justru gelas kopi, obrolan ringan, dan tawa puluhan jurnalis yang duduk santai bersama Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Palopo, Andi Poci.
Pertemuan bertajuk silaturahmi antara Pemerintah Kota Palopo dan media itu berlangsung di pojokan Hao Xiang Warkop. Warkop yang kental dengan nuansa Tionghoa tersebut menjadi ruang perjumpaan yang terasa jauh dari formalitas pemerintahan. Sajian roti mantou dan secangkir kopi menemani percakapan antara birokrat dan para pemburu berita.
Agenda ini menjadi pertemuan perdana yang digagas Pj Sekda Andi Poci sejak pemerintahan Kota Palopo berada di bawah kepemimpinan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo, Naili Trisal–Akhmad Syarifuddin (Ome).
Ruang Terbuka untuk Unek-Unek Jurnalis
Namun, pertemuan itu tidak sekadar menjadi ajang ngopi dan bersalaman. Di balik suasana santai, para wartawan justru mendapat ruang untuk menumpahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan Pemerintah Kota Palopo.
Satu per satu unek-unek mengalir secara terbuka di hadapan Pj Sekda, mulai dari sulitnya mendapatkan konfirmasi cepat dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga sorotan mengenai sejumlah kepala dinas yang disebut-sebut jarang terlihat berkantor.
Menariknya, Andi Poci merespons berbagai keluhan tersebut dengan gaya yang ringan dan komunikatif. Alih-alih membuat suasana semakin tegang, respons tersebut justru membuat percakapan semakin cair dan diselingi tawa.
Bagi para jurnalis, ruang semacam ini menjadi penting untuk memastikan keterbukaan informasi publik berjalan dengan baik.
Andi Poci bahkan berharap pertemuan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ia menggagas agar kegiatan ngopi bersama wartawan dapat digelar secara rutin setiap bulan sebagai jembatan komunikasi informal antara pemerintah dan media.
Dari Secangkir Kopi Membahas Pembangunan dan Birokrasi
Di tengah suasana santai tersebut, diskusi juga merambah ke berbagai isu strategis pemerintahan:
Lobi Anggaran Pusat: Andi Poci memaparkan bahwa kunjungan kerja Wali Kota Naili Trisal ke Jakarta merupakan upaya aktif mendatangkan anggaran pembangunan.
Usaha ini membuahkan hasil berupa proyek infrastruktur seperti jaringan pipa air PDAM di Battang, peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di Bambalu dan Batu Papan, serta proyek Infrastruktur Jalan Daerah. Ia juga mengapresiasi dukungan anggota DPR RI, Andi Iwan Aras, yang turut membantu membawa alokasi anggaran pusat ke Kota Palopo.
Manajemen Talenta: Pemkot Palopo menjadwalkan penerapan manajemen talenta dalam penentuan dan penempatan jabatan aparatur berdasarkan kompetensi, latar belakang pendidikan, dan rekam jejak untuk membangun birokrasi yang lebih profesional.
Pengisian Jabatan Eselon II: Proses pengisian enam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Palopo saat ini juga tengah diusulkan untuk mendapatkan pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Obrolan di pojokan warkop sore itu membuktikan bahwa komunikasi pemerintahan tidak selalu harus kaku di ruang rapat. Melalui dialog terbuka, birokrasi dan media dapat berjalan berdampingan demi memastikan masyarakat Kota Palopo mendapatkan informasi dan pelayanan yang transparan.(***/aBa)











