PALOPO, PAMORNEWS – Impian ribuan tenaga honorer di Kota Palopo untuk segera diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu sedikit tersendat. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palopo mengakui masih berjibaku memverifikasi data dan berkas ajuan karena banyaknya kesalahan input oleh para honorer.
Dari sekitar 3.300 tenaga honorer yang diajukan untuk diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, BKPSDM menemukan banyak di antara mereka yang salah mengunggah berkas persyaratan melalui akun masing-masing. Alhasil, proses verifikasi yang merupakan tahap krusial sebelum pengajuan Nomor Induk Pegawai (NIP) menjadi terhambat.
Kepala BKPSDM Kota Palopo, Irfan Dahri, pada Selasa (30/9/2025), mengungkapkan bahwa timnya tengah fokus memperbaiki data yang keliru ini. “Ini yang kami coba perbaiki datanya, makanya masih diverifikasi,” ujarnya.
Penyusutan Jumlah dan Jaminan Proses Transparan
Selain masalah teknis pengunggahan berkas, tim BKPSDM Palopo juga mencatat adanya pengurangan jumlah honorer yang diusulkan dari angka 3.300. Penyusutan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti ada yang meninggal dunia atau mengundurkan diri.
Meskipun menghadapi kendala verifikasi, Irfan Dahri menegaskan bahwa pihaknya berupaya keras agar perbaikan dan verifikasi data dapat rampung dalam satu hingga dua hari. Hal ini dilakukan untuk mengejar target pengajuan NIP ke BKN RI.
”Sesuai jadwal, penerbitan NIP tetap dalam bulan Oktober 2025,” tegas Irfan Dahri, memberikan kepastian di tengah kekhawatiran para honorer.
Ia juga menjamin bahwa proses pengangkatan ini berjalan transparan dan bebas praktik permainan. Honorer yang diusulkan menjadi PPPK Paruh
Waktu adalah mereka yang tercatat dalam data database BKN RI, meliputi tenaga honorer kategori 2 (K2) berkode R1 dan tenaga honorer non K2 yang sudah lulus seleksi tahap I dan II. Setiap honorer juga memiliki akun tersendiri untuk memastikan data yang diinput akurat dan menjadi tanggung jawab masing-masing.
Meski demikian, tenggat waktu yang ketat dan banyaknya kesalahan input berkas menjadi tantangan besar BKPSDM Palopo. Harapan ribuan honorer kini bergantung pada kecepatan dan ketepatan verifikasi akhir ini agar janji penerbitan NIP pada Oktober 2025 dapat terealisasi. (***)











