PALOPO, PAMORNEWS — Jembatan itu tak hanya sekadar struktur beton dan besi. Bagi ratusan warga Kelurahan Batu Walenrang dan Kelurahan Mancani, jembatan penghubung di Kota Palopo itu adalah urat nadi kehidupan; jalan utama bagi anak-anak bersekolah, dan jalur tercepat bagi petani memasarkan hasil bumi.
Namun, kini, akses vital itu terputus, meninggalkan kisah panjang perjuangan dan harapan.
Pada Senin (13/10/2025), Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, turun langsung meninjau lokasi. Kehadirannya didampingi Anggota DPRD Palopo dari Fraksi Demokrat, Bata Manurun (BatMan), serta jajaran pimpinan OPD terkait, sekaligus membawa bantuan sosial sebagai penawar sementara dari sulitnya akses yang terputus.
Bukan Lagi Alternatif, Tetapi Kebutuhan Utama
Dampak putusnya jembatan ini terasa begitu nyata. Bata Manurun, yang selama ini menjadi jembatan aspirasi warga, menegaskan betapa krusialnya jalur ini.
”Jalan ini bukan lagi jalan alternatif, tetapi sudah menjadi jalan utama,” ujar Bata Manurun di sela-sela peninjauan.
Ia menjelaskan bahwa jalur ini adalah satu-satunya harapan warga untuk kelancaran ekonomi.
“Baik itu untuk membawa hasil bumi dari lokasi perkebunan ke rumah warga ataupun untuk dipasarkan.”
Jika biasanya hasil panen bisa dibawa dengan cepat ke pasar melalui jalan beraspal ini, kini warga harus putar otak, memutar jauh, atau bahkan menanggung risiko melintasi sisa-sisa jembatan yang rusak. Kerusakan ini tidak hanya menghambat perputaran uang, tetapi juga mengancam kelancaran pendidikan anak-anak sekolah.
”Hanya saja terhambat karena jembatan ini putus,” pungkas Bata Manurun. Ia berharap peninjauan langsung oleh Wali Kota ini segera membawa solusi nyata demi kemaslahatan masyarakat.
Harapan yang Tergantung pada APBD 2026
Kunjungan Wali Kota Naili Trisal memberikan secercah harapan. Setelah melihat langsung kondisi lapangan dan mendengar keluhan warga, Pemerintah Kota Palopo kini telah merampungkan rencana perbaikan.
Dinas PUPR telah membuat rancangan dan memastikan bahwa pembangunan kembali jembatan akan segera dilaksanakan. Namun, warga Batu Walenrang dan Mancani harus bersabar.
Rencana perbaikan jembatan vital ini dijadwalkan akan rampung dikerjakan pada tahun anggaran APBD 2026.
Jalan menuju Mancani dan Batu Walenrang memang sudah mulus beraspal, tetapi tanpa jembatan yang utuh, aspal itu terasa seolah berakhir di tepi jurang.
Hingga APBD 2026 cair, perjuangan warga akan terus berlanjut, didampingi harapan agar janji perbaikan ini bisa menjadi solusi permanen yang mengembalikan denyut nadi ekonomi dan pendidikan di dua kelurahan tersebut.(***)











