Home / Uncategorized

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:14 WIB

Empat Geng Memanas Berebut Kursi Sekda Palopo, Manuver Senyap Ome Menanti di Garis Akhir

PALOPO—Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo mendadak menjadi pusat magnet politik dan birokrasi.
Isu kepindahan Sekda definitif, Firmanza DP, ke Palu, Sulawesi Tengah, telah memicu pusaran suksesi yang kian memanas.
Kekosongan yang akan ditinggalkan Firmanza membuka palagan sengit di internal Pemkot Palopo, di mana sejumlah “gerbong” atau “geng” berebut untuk menempatkan figur mereka sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda.
​
Pertarungan Plt. Sekda ini bukan hanya soal administrasi, melainkan adu kekuatan penataan birokrasi di awal masa kepemimpinan baru.
Sumber internal Pemkot Palopo mengurai, kini ada empat faksi besar yang saling membidik kursi panas tersebut.
​Geng pertama adalah kubu Trisal, yang mengusung nama Sulkifli, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Palopo.
Sementara itu, Geng kedua dijuluki “Mayor Teddy,” yang mendukung Abdul Waris, Kepala Dinas Persandian dan Statistik.
​Tak ketinggalan, ada Geng STPDN yang mengawal nama Andi Poci, yang kini menduduki posisi Asisten I.
Terakhir, Geng Ubas, yang dikaitkan dengan politisi Senayan dari Gerindra, mendorong nama Ilham Hamid, yang kini menjabat sebagai Asisten II.
​Keempat kubu ini, dengan latar belakang yang beragam—mulai dari loyalitas politik, jejaring almamater, hingga afiliasi dengan tokoh senior—dipastikan akan menjalani pertarungan yang sangat alot. urusan krusialnya di tangan kemendagri.
Masing-masing berupaya keras mengunci posisi Plt. Sekda, sebuah tangga strategis menuju proses seleksi Sekda definitif.
​Strategi Senyap Sang Wakil Walikota
​
Di luar arena pertarungan empat faksi yang terbuka ini, muncul satu aktor kunci yang memilih bersikap netral namun menentukan: Wakil Walikota Palopo, Akhmad Syarifuddin, yang akrab disapa Ome.
​
Ome, menurut sumber internal, secara tegas memilih untuk tidak berafiliasi dengan kubu manapun. Strateginya adalah “wait and see” atau menunggu dan melihat, membiarkan dinamika politik dan negosiasi internal mencapai puncaknya.
​Figur yang baru menjabat bersama Wali Kota Naili Trisal ini memilih posisi aman, namun penuh perhitungan. Ia menempatkan dirinya sebagai “kartu AS” yang baru akan dimainkan jika empat faksi yang berseteru tersebut mencapai titik kebuntuan atau deadlock.
​“Jadi jangan anggap remeh posisi Ome. Dia bisa tampil sebagai win-win solution [solusi yang menguntungkan semua pihak],” ungkap Achyar Amir, seorang pengamat politik dan birokrasi di Palopo.
​
Achyar menganalisis bahwa ketika kekuatan Sulkifli, Abdul Waris, Andi Poci, dan Ilham Hamid saling jegal dan tidak ada yang mau mengalah, figur alternatif yang diusung oleh Ome akan muncul sebagai “jalan tengah” yang paling rasional dan bisa diterima.
Manuver ini tidak hanya cerdik secara politik, tetapi juga efektif untuk menjaga stabilitas roda pemerintahan di Kota Palopo pasca pergantian Sekda.
​Dengan empat kuda pacu yang bersiap tancap gas dan satu “pemain cadangan” yang siap tampil sebagai juru damai, suksesi jabatan Sekda Palopo menjadi drama politik yang paling dinantikan, menentukan siapa yang akan menjadi arsitek birokrasi di Kota Idaman.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Program Kesehatan PT Vale Raih Platinum Champion di BISRA 2025

Uncategorized

Menjaga Ekosistem Laut, IMIP Rehabilitasi Terumbu Karang Sombori

Uncategorized

Kampanye di Lebang, FKJNUR Didukung Warga

Uncategorized

Cooling System Pilkada Serentak, Tekankan Pentingnya Sinergitas Tiga Pilar

Uncategorized

Kapolres Morowali Berikan Klarifikasi Terkait Penangkapan Aktivis dan Jurnalis

Uncategorized

Wali Kota Palopo Sambut Hangat AKBP Arvin Hariyadi Lewat Jamuan Malam

Uncategorized

Kondisi Air Baku Mangkaluku dan Latuppa Menurun, Layanan Distribusi Air di Beberapa Wilayah Kota Terganggu

Uncategorized

Sambut HUT ke-27 Luwu Utara, Bapenda Gelar Aksi Bersih-bersih di Jalan Protokol Depan RSUD Andi Djemma