Home / Uncategorized

Senin, 6 Oktober 2025 - 19:58 WIB

Kalapas Baru Palopo Tebuka Dengan Media Mangenai Lapas

PALOPO, Pamornews– Langkah awal Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, tidak main-main.

Dalam silaturahmi dengan jurnalis di Palopo, Senin (06/10/2025), langsung menegaskan sikap keras terhadap praktek narkoba di dalam lapas.

“Saya tidak akan menolerir penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Lapas. Siapapun yang terlibat akan kami tindak tegas,” kata Jose.

Nama Jose mungkin belum akrab di telinga publik Palopo. Namun, jejak kariernya tak bisa diremehkan.

Ia pernah menjadi Kepala Keamanan di Lapas Nusa Kambangan, penjara paling ketat di Indonesia.

Di sana, ia bersentuhan langsung dengan terpidana kasus Bom Bali, Amrozi dan rekan-rekannya, serta figur kriminal kondang John Kei.

Baca juga  Polres Morowali Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Tinombala Tahun 2024

“Banyak pelajaran berharga yang saya bawa dari sana,” katanya.

Pengalaman itu kini ia bawa ke Palopo, lapas yang kapasitasnya sudah melebihi ambang batas.

Overkapasitas dan Dominasi Kasus Narkoba

Lapas Kelas IIA Palopo saat ini dihuni 819 orang, termasuk 30 perempuan.

Jumlah itu sudah jauh melampaui kapasitas ideal. Kasus narkoba menjadi mayoritas, disusul pidana umum.

Fakta ini menegaskan betapa narkoba tak hanya problem hukum, tapi juga problem kapasitas dan pembinaan.

Jose menyadari betul persoalan itu. Ia menyiapkan beragam program pembinaan, mulai dari perikanan, kerajinan tangan, UMKM, hingga pertukangan.

Semua diarahkan agar warga binaan memiliki bekal ketika bebas nanti.

Baca juga  Gala Dinner Rakerda Produk Hukum Daerah se-Sulawesi Tengah 2025 Kabupaten Morowali, Resmi di buka oleh wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas.

Namun, dengan dominasi kasus narkoba, tantangannya bukan hanya keterampilan, melainkan bagaimana mengikis jaringan yang sudah berurat akar di balik jeruji.

Menggandeng Media

Jose menutup pertemuan dengan pesan simbolis, membangun kemitraan dengan media.

“Kami berharap media dapat membantu memberikan berita edukasi kepada masyarakat tentang program-program pembinaan di lapas,” pungkasnya.

Pesan itu terdengar normatif, tapi di baliknya ada kebutuhan strategis.

Media bisa menjadi sekutu dalam membangun citra lapas yang lebih transparan, sekaligus menjadi alarm publik jika praktik-praktik lama kembali muncul.

Bagi Jose, yang datang dengan reputasi keras dari Nusa Kambangan, Palopo bisa menjadi panggung pembuktian.(*)

 

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Optimalkan Sektor Investasi dan UMKM, Andi Muhammad Yusri Ramli Perkuat Koordinasi Lintas Sektor di Balikpapan

Uncategorized

Wali Kota Palopo Lantik Pejabat Eselon II, Tandai Perampingar Dinas Perdana

Uncategorized

Bupati Iksan, Buka Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemkab Morowali

Uncategorized

Gubernur Sulsel Absen di Puncak Perayaan HPRL dan HJL 2026, Hanya Kirim Perwakilan

Uncategorized

HA Rachmansyah Ismail-Harsono Lamusa Mendapatkan No Urut 4
Peringatan Otda XXIX, Kuatkan Sinergitas Menuju Indonesia Emas

Uncategorized

Peringatan Otda XXIX, Kuatkan Sinergitas Menuju Indonesia Emas

Uncategorized

Informasi Gangguan Layanan Distribusi Air

Uncategorized

Amukan Angin dan Hujan di Balikpapan: Pohon Tumbang hingga Atap Berterbangan