Home / Uncategorized

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:06 WIB

Sekum BKPRMI Luwu Utara Tekankan Pentingnya Dakwah Bil Qalam di Hadapan Muballigh(ah) Muda

​LUWU UTARA – Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Luwu Utara, Lukman Hamarong, menegaskan bahwa kemampuan menulis adalah senjata krusial bagi generasi pendakwah masa kini.

​Hal tersebut disampaikannya saat hadir sebagai narasumber dalam Pelatihan Muballigh(ah) Muda yang diselenggarakan oleh DDI Masamba di MIS Al Ikhlas Balebo, Masamba, baru-baru ini.

​Dakwah Melampaui Mimbar
​Meskipun materi dibawakan pada pukul 20.00 hingga 22.00 WITA, antusiasme 212 peserta yang terdiri dari siswa tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se-Luwu Utara tidak surut.

Lukman memaparkan materi bertajuk Dakwah Bil Qalam atau dakwah melalui tulisan.
​Menurut Lukman, regenerasi kader dakwah tidak boleh hanya terpaku pada kemahiran orasi di atas mimbar.

Baca juga  Trisal Tahir : Antara Urusan Bisnis dan Menjaga Marwah Kepemimpinan Istri

Di era digital, pendakwah muda wajib mampu memproduksi konten keislaman yang menyejukkan di berbagai platform media sosial.

​“Dakwah adalah kegiatan mengajak dan menyeru orang lain untuk berbuat baik secara kontinyu, guna menuntun mereka ke jalan Allah SWT,” jelas Lukman.
​Tiga Metode Komunikasi Dakwah

​Dalam pemaparannya, Kepala UPT Pariwisata Luwu Utara ini merinci tiga metode utama dalam komunikasi dakwah:
​Dakwah Bil Hal: Melalui perilaku dan keteladanan.

​Dakwah Bil Lisan: Melalui ucapan atau ceramah.
​Dakwah Bil Qalam: Melalui tulisan dan karya tulis.

​Ia menggarisbawahi bahwa Dakwah Bil Qalam memiliki keunggulan strategis yang tidak dimiliki metode lain.
“Suara kita akan hilang setelah ceramah selesai, namun tulisan akan tetap abadi dan dapat dibaca dari generasi ke generasi,” tegasnya.

Baca juga  Drama Sengketa Ruko Palopo di Ujung Palu MA: Kemendagri Desak Pemkot Bayar Ganti Rugi

​Mengikat Ilmu dengan Tulisan
​Mengutip pesan legendaris Imam Syafi’i, Lukman mengingatkan bahwa ilmu ibarat hewan buruan dan tulisan adalah ikatannya.
Ia mendorong peserta untuk aktif menulis artikel, opini, hingga cerita religius yang relevan dengan problematika remaja saat ini.

​“Nuun wal qalami wamaa yasthuruun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan. Ayat pembuka Surah Al-Qalam ini adalah penegas betapa pentingnya pena sebagai instrumen dakwah,” imbuhnya.

Sesi yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan diskusi hangat. Meski waktu terbatas, tercatat 10 peserta sempat melontarkan pertanyaan kritis terkait tantangan menulis di dunia maya. Lukman berharap pelatihan ini melahirkan penulis muda yang mampu membentengi umat dari narasi negatif di ruang publik. (LHr/ *)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bea Cukai Morowali Gulirkan SERABI

Uncategorized

FKJ-NUR Lanjutkan Program Yang Sudah Dirasakan Manfaatnya Oleh Masyarakat

Uncategorized

Waspada! Pohon Tumbang di Balandai Palopo Kembali Menelan Korban Pengendara Motor

Uncategorized

Bupati Kutim Ajak Masyarakat Maksimalkan Hak Pilih di Pilkada 2024

Uncategorized

Selamat Idul Adha 1447 Hijriah ( Hamsir Hamid, ST)

Uncategorized

Bupati Iksan Buka Forum Lintas Perangkat Daerah Rancangan RPJMD Kabupaten Morowali Periode 2025-2029

Uncategorized

Sidak RSUD Malam-Malam, Bupati Iksan Fokus Perbaikan Fasilitas
pic.detik.com

Uncategorized

Sekda Palopo Benarkan Tagihan Inkrah Lahan Terminal dan Pasar Sentral