PALOPO— Di tengah tuntutan adaptasi digital bagi lembaga publik, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo mengambil langkah taktis yang keluar dari pakem sosialisasi konvensional.

Menjelang penghujung tahun, jajaran KPU Palopo meluncurkan sebuah inovasi cemerlang: podcast yang dikelola sepenuhnya secara internal, termasuk oleh para komisioner dan staf sendiri.
Inisiatif ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah strategi jitu untuk menjembatani komunikasi dengan publik, khususnya pemilih muda, melalui format audio yang ringan dan mudah diakses. Podcast ini menjadi sarana baru untuk menyajikan informasi dan edukasi seputar kepemiluan secara personal dan otentik.
”Benar, kami sedang mengelola podcast dengan materi mengedukasi masyarakat melalui info-info penting,” ujar Adnan Husain Komisioner KPU Palopo yang baru menjabat sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW), saat dikonfirmasi.
Dari Meja Rapat ke Studio Mini
Podcast KPU Palopo ini direncanakan akan menghadirkan konten-konten yang mendalam namun dikemas santai, menjauh dari kesan kaku birokrasi. Seluruh proses produksi, mulai dari perencanaan materi, skrip, hingga peran sebagai host, diambil alih oleh komisioner dan staf internal KPU.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti keseriusan dan kreativitas internal lembaga tersebut dalam memanfaatkan teknologi.
Adnan menambahkan bahwa ide pembuatan podcast ini berawal dari kebutuhan untuk mencari format sosialisasi yang lebih efektif dan sesuai dengan gaya hidup masyarakat masa kini.
”Di era digital ini, masyarakat cenderung lebih tertarik pada konten yang bisa dinikmati sambil beraktivitas. Podcast adalah jawabannya. Kami ingin agar informasi mengenai tahapan Pemilu, regulasi, hingga pentingnya partisipasi, dapat diserap dengan lebih menyenangkan,” jelasnya.
Dengan mengandalkan kemampuan internal sebagai host, konten yang disajikan diyakini akan lebih otentik dan memiliki personal touch dari penyelenggara Pemilu itu sendiri.
Inovasi KPU Palopo ini diharapkan dapat menjadi model bagi KPU di daerah lain dalam rangka meningkatkan literasi politik dan partisipasi pemilih, jauh sebelum suhu politik memanas.(***)











