MASAMBA — Perkumpulan Wallacea bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Luwu Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Program Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan di Hotel Remaja Indah, Masamba, Jumat (13/2/2025) lalu.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara gerakan PKK dengan berbagai program intervensi seperti PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat), VSLA (Village Saving and Loan Association), dan GALS (Gender Action Learning System). Program-program ini merupakan bagian dari penguatan inisiatif Reaching Coco Farmer dan GrowHer Kakao yang didukung oleh Save the Children, MARS, GIZ, Grow Asia, dan PISS Agro.
Menyelaraskan Visi PKK dan Perlindungan Masyarakat
Program Manager Perkumpulan Wallacea, Asrul, menegaskan bahwa pemahaman kader PKK terhadap instrumen seperti PATBM, VSLA, dan GALS sangat krusial.
”Urusan anak dan perempuan sangat melekat dengan visi-misi PKK. Kami berharap apa yang sudah dimulai Wallacea dapat dirawat dan menjadi bagian dari program TP-PKK ke depannya,” ujar Asrul.
Senada dengan hal tersebut, Kepala DP3AP2KB Luwu Utara, Dr. H. Agunawan, SKM., M.Si., mengungkapkan bahwa keberadaan PATBM di 140 desa telah membawa dampak nyata.
Sebanyak 90 desa kini aktif menangani kasus kekerasan ringan secara mandiri, sementara kasus berat dirujuk ke tingkat kabupaten melalui prosedur yang terstandar.
Peran Strategis PKK: Dari Pendidikan hingga Ekonomi
Ketua TP PKK Luwu Utara, Ny. Misnawati Andi Rahim, hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan bahwa 10 Program Pokok PKK mencakup hampir seluruh aspek kehidupan keluarga, termasuk perlindungan anak dan kemandirian ekonomi perempuan.
Beberapa poin penting yang ditekankan Misnawati antara lain:
Pencegahan Perkawinan Anak: Melalui program PKK Goes to School untuk menekan angka pernikahan dini di Sulawesi Selatan.
Pemberdayaan Ekonomi: Pelatihan keterampilan dan pengembangan ekonomi kreatif agar perempuan mandiri secara finansial.
Kader sebagai Paralegal: Kader PKK diharapkan menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi pelaporan dan pendampingan korban KDRT.
Berbagi Praktik Baik: PATBM, VSLA, dan GALS
Rakor ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dari para penggerak di lapangan:
PATBM (Debora, Desa Baebunta): Menjelaskan pentingnya regulasi dan dukungan dana desa untuk perlindungan anak.
Di Baebunta, PATBM aktif melakukan penyadaran di tingkat dusun hingga sekolah secara sukarela.
VSLA (Normaidah): Memperkenalkan literasi keuangan melalui kelompok simpan pinjam berbasis kepercayaan. Saat ini telah terbentuk 4 kelompok di desanya yang membantu kesejahteraan rumah tangga melalui kebiasaan menabung.
GALS (Efrain Misi): Berbagi testimoni mengenai kesetaraan gender di rumah tangga. Ia menekankan pentingnya pembagian peran antara suami dan istri untuk menciptakan kebahagiaan keluarga dan efisiensi pengelolaan kebun kakao.
Rencana Aksi Nyata 2026
Sebagai tindak lanjut, peserta menyepakati sejumlah rencana aksi yang akan dilaksanakan pada tahun 2026:
Maret 2026: TP-PKK Kabupaten membentuk kelompok VSLA bagi pengurus dan sosialisasi pencegahan pernikahan anak.
April 2026: TP-PKK di berbagai kecamatan (Masamba, Baebunta, dsb.) akan melakukan sosialisasi anti-bullying dan kunjungan ke kelompok VSLA desa.
April 2026: TP-PKK wilayah Sukamaju dan sekitarnya akan mengadakan pelatihan PATBM bagi kader.
Sektoral: DP3AP2KB dan dinas terkait akan menginisiasi PATBM di wilayah pegunungan serta pembentukan VSLA di Desa Munte dan Giri Kusuma.
Menutup kegiatan, Ny. Misnawati Andi Rahim berpesan agar seluruh rencana aksi dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Semoga ilmu yang didapatkan hari ini menjadi bekal strategi bagi kita untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak-anak di Luwu Utara,” pungkasnya. (rilis/LHr/***)











