PALOPO – Bagi sebagian besar warga Kota Palopo, hari Minggu (26/10/2025) menjadi hari yang menantang. Bukan karena aktivitas liburan, melainkan karena tantangan untuk bertahan tanpa pasokan air bersih dari Perumda Tirta Mangkaluku (TM).

Sejak pukul 08.00 Wita, layanan distribusi air bersih dari Perumda TM mulai terganggu. Penyebabnya adalah pekerjaan krusial: perbaikan kebocoran pipa utama berdiameter besar, tepatnya 200 milimeter (DN 200 mm), yang berlokasi di depan SD Mawa.
Pekerjaan yang memakan waktu tidak sebentar ini diperkirakan berlangsung selama 10 jam. Artinya, puluhan ribu pelanggan di sejumlah kawasan Palopo harus bersiap menghadapi krisis air sementara hingga malam hari.
Dampak Luas di 20 Titik Distribusi
Gangguan ini memiliki dampak signifikan, mencakup 20 wilayah distribusi yang tersebar mulai dari pusat kota hingga kawasan pinggiran.
Di antara wilayah terdampak adalah Area Binturu ke selatan, kompleks Islamic Center, Perumahan Graha Jannah, kawasan padat penduduk di Jalan Memet, Sendana, Purangi, serta Poros Sampoddo.
Tidak hanya itu, sejumlah perumahan seperti Imbara 4, Citra Graha, Citra Griya Setuju, PNS, Naipa Lestari, Patimah Residence, SM Residence, Salsabila, dan To’Lauro, juga turut merasakan imbasnya.
Bahkan, kawasan wisata seperti Pantai Songka 1 dan 2 pun masuk dalam daftar wilayah yang terganggu.
Imbauan dan Harapan Pelanggan
Mengantisipasi dampak yang meluas, pihak manajemen Perumda Tirta Mangkaluku telah mengeluarkan imbauan resmi. Mereka meminta agar seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air bersih dalam jumlah memadai sebelum pekerjaan perbaikan dimulai.
Pemberitahuan ini, meski penting, tetap menjadi “ujian” bagi masyarakat. Warga Palopo di wilayah terdampak harus pintar-pintar mengatur persediaan air untuk keperluan mandi, masak, mencuci, dan kebutuhan sanitasi lainnya selama lebih dari setengah hari.
Gangguan ini mengingatkan betapa vitalnya infrastruktur air bersih. Kecepatan dan ketepatan pekerjaan Perumda Tirta Mangkaluku sangat dinantikan.
Harapannya, pekerjaan perbaikan pipa DN 200 mm ini dapat tuntas sesuai estimasi waktu yang diberikan, sehingga distribusi air dapat kembali normal dan kebutuhan dasar masyarakat tidak terganggu lebih lama.











