BALIKPAPAN – Bagi pelancong yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota Beriman, nama “Pasar Inpres Kebun Sayur” mungkin akan memicu imajinasi tentang deretan bayam segar, tumpukan cabai, atau aroma khas pasar basah.
Namun, begitu melangkah masuk ke dalam areanya di Balikpapan Barat, bersiaplah untuk “kecewa” dalam arti yang paling menyenangkan.
Jangan harap Anda akan menemukan pedagang sayur mayur yang riuh menawarkan ikat-ikatan kangkung di sini.
Alih-alih bau tanah dan sayuran hijau, indra penciuman Anda justru akan disambut oleh aroma minyak herbal yang kuat dan kilauan batu permata yang memanjakan mata.


Pasar Inpres Kebun Sayur adalah sebuah anomali yang ikonik. Sejarah mencatat bahwa dulunya kawasan ini memang merupakan perkebunan sayur yang luas, yang kemudian bertransformasi menjadi pasar tradisional.
Namun seiring berjalannya waktu, sayur-mayur itu “layu” digantikan oleh geliat industri kreatif dan kerajinan tangan.
Kini, pasar ini telah mengukuhkan jati dirinya sebagai Pusat Oleh-Oleh Terbesar di Balikpapan. Jika Anda mencari potongan sejarah dan budaya Kalimantan dalam bentuk fisik, di sinilah tempatnya.
Dari Batu Mulia hingga Ramuan Mistis
Berjalan menyusuri lorong-lorong pasar, mata Anda akan tertuju pada etalase kaca yang memamerkan ribuan butir batu permata. Mulai dari kecubung, zamrud, hingga safir yang berkilau di bawah lampu neon. Bagi para kolektor, pasar ini adalah “surga” tersembunyi untuk berburu batu mulia dengan harga yang sangat bersaing.
Tak jauh dari lapak perhiasan, deretan botol-botol kecil berisi cairan kental berwarna gelap hingga kuning keemasan berjajar rapi. Ini adalah area herbal dan minyak-minyakan.
Berbagai “minyak haruan” (ikan gabus) yang dipercaya berkhasiat menyembuhkan luka, hingga minyak gosok tradisional khas Dayak menjadi incaran wisatawan yang percaya pada kekuatan pengobatan alami Kalimantan.
Uniknya, meski menjadi simbol kerajinan lokal seperti kain batik Balikpapan dan manik-manik khas Dayak, urusan lidah di pasar ini justru sangat kosmopolitan.
Di sudut kuliner, Anda tidak hanya akan menemukan aneka kerupuk amplang yang gurih atau kue tradisional khas Kalimantan. Jangan kaget jika melihat kemasan cokelat, sereal, hingga biskuit-biskuit kaleng yang didatangkan langsung dari negeri jiran, Malaysia.
Kehadiran produk-produk dari Sabah dan Sarawak ini seolah menjadi pengingat kedekatan geografis dan emosional Kalimantan dengan negara tetangga tersebut.
Pasar Inpres Kebun Sayur bukan sekadar tempat transaksi; ia adalah galeri berjalan. Di sini, pengunjung bisa melihat langsung pengrajin merangkai manik-manik menjadi tas atau gelang yang rumit.
”Setiap ke Balikpapan, wajib ke sini. Meski namanya ‘Kebun Sayur’, saya pulangnya bawa batu cincin dan amplang, bukan sawi,” ujar salah satu pengunjung asal Makassar ,sambil tertawa.
Jadi, jika Anda berkunjung ke Balikpapan, pastikan mampir ke Pasar Inpres Kebun Sayur. Datanglah untuk suvenirnya, nikmati suasananya, dan pulanglah dengan cerita unik tentang pasar sayur yang justru menjual “harta karun” dan keajaiban herbal.(***)











