LUWU RAYA – CEO koran SeruYa sekaligus Tokoh masyarakat penggerak aspirasi daerah, Chaerul Baderu, secara resmi mengeluarkan imbauan terbuka melalui laman Facebook pribadinya kepada seluruh konten kreator asal Luwu Raya dan diaspora Wija To Luwu di mana pun berada.
Dalam unggahan yang kini menjadi perbincangan hangat, Chaerul menyerukan agar para pegiat media sosial bersatu demi satu tujuan: Mewujudkan Provinsi Luwu Raya.
Lawan Indikasi Pembungkaman
Chaerul Baderu menekankan bahwa langkah “jemput bola” di media sosial sangat mendesak dilakukan.
Ia mensinyalir adanya upaya pembatasan atau “pembungkaman” isu pemekaran Luwu Raya di level media nasional.
”Mari bersatu viralkan suara Wija To Luwu yang tengah berjuang memekarkan Tana Luwu jadi Provinsi Luwu Raya. Upaya ini bisa membantu perjuangan di tengah adanya indikasi ‘pembungkaman’ media nasional agar suara Orang Luwu tidak viral,” tulis Chaerul dalam pesannya.
Pesan Untuk Konten Kreator
Ada beberapa poin penting dalam imbauan tersebut yang diharapkan bisa dijalankan oleh para kreator:
Massivitas Konten: Membuat video, grafis, atau tulisan yang menarasikan urgensi Provinsi Luwu Raya secara serentak.
Menembus Algoritma: Menggunakan kekuatan jaringan Wija To Luwu untuk mendorong isu ini masuk ke tren nasional.
Persatuan Digital: Menghilangkan sekat-sekat perbedaan demi kepentingan besar Tana Luwu.
Respon Warganet
Unggahan di laman Facebook Chaerul Baderu tersebut langsung mendapat respons positif dari masyarakat Luwu. Banyak yang menilai bahwa kekuatan digital adalah “senjata” paling efektif saat ini untuk menembus kebijakan moratorium pemerintah pusat yang dianggap masih tertutup bagi wilayah luar Papua.
Gerakan ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi perjuangan panjang rakyat Luwu untuk menentukan nasib wilayahnya sendiri dalam bingkai Provinsi Luwu Raya.
”Saatnya jari-jemari anak muda Luwu bicara. Jika suara kita diabaikan di layar televisi, biarlah mereka melihat kita di setiap genggaman ponsel rakyat Indonesia.”(***)











