Home / Uncategorized

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:38 WIB

Lestarikan Warisan 400 Tahun, Bupati Andi Rahim Hadiri Ritual Adat Maggawe Samampa

​LUWU UTARA — Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga eksistensi nilai sejarah dan budaya Tana Luwu, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menghadiri ritual adat tahunan “Maggawe Samampa” di Kompleks Makam Datuk Pattimang, Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Senin (16/2/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Luwu Utara ini disambut antusias oleh warga. Ritual yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat La Pattiware’ ini bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan yang menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan kehidupan masa kini.

Tradisi Ratusan Tahun yang Bertahan
​Ritual “Maggawe Samampa” memiliki akar sejarah yang sangat kuat, bermula sejak tahun 1603 M. Artinya, tradisi ini telah terjaga selama 423 tahun.

Asal-Usul: Dahulu dikenal dengan istilah Makkasiwiang atau Maseddi-seddi, sebuah tradisi menyambut Ramadan yang lahir seiring masuknya Islam di Tana Luwu melalui ulama asal Minangkabau, Dato’ Sulaiman (Datuk Pattimang)

Baca juga  Kapolsek dan Kasi Humas Polres Morowali Hadiri Acara Bukber HPL

​Transformasi Nama: Nama “Maggawe Samampa” sendiri mulai populer sejak 20 tahun terakhir.
​Rangkaian Acara: Kegiatan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, dengan hari ketiga sebagai puncak perayaan yang digelar meriah secara swadaya oleh masyarakat

​Harmoni Adat dan Agama
​Dalam sambutannya, Bupati Andi Rahim menekankan bahwa warisan leluhur adalah kekuatan sosial bagi masyarakat Luwu Utara. Beliau menegaskan bahwa adat dan agama tidak seharusnya dibenturkan, melainkan saling menguatkan

​”Dalam Islam, ada kebiasaan baik yang diambil dari tradisi masyarakat. Maggawe Samampa adalah bukti kekuatan silaturahmi warga dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujar alumnus Unhas tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang kejayaan Islam di Tana Luwu yang pengaruhnya meluas hingga ke Kalimantan dan negara tetangga

Baca juga  BUPATI IKSAN KUKUHKAN PENGURUS DEKRANASDA MOROWALI MASA BAKTI 2025-2030

​Apresiasi dari Kedatuan Luwu
​Senada dengan Bupati, Maddika Bua, Andi Kaddiraja, yang hadir mewakili Istana Kedatuan Luwu, memberikan apresiasi tinggi atas kemandirian warga Desa Pattimang dalam menjaga tradisi ini

​”Ini sungguh luar biasa. Kegiatan ini lahir dari swadaya masyarakat, sesuatu yang jarang kita jumpai di daerah lain,” ungkap Andi Kaddiraja.
​Ziarah dan Makan Bersama

Rangkaian acara ditutup dengan ziarah ke makam Datuk Pattimang dan Raja Luwu, La Pattiware’, untuk memanjatkan doa.
Setelah itu, rombongan Bupati dan perangkat adat menuju Baruga untuk menikmati hidangan bersama ratusan warga yang telah memadati pelataran kompleks makam dalam suasana penuh kekeluargaan.(*)

Share :

Baca Juga

Apel Besar Hari Pramuka ke-63, Pj Wali Kota Palopo Sematkan Tanda Penghargaan

Uncategorized

Apel Besar Hari Pramuka ke-63, Pj Wali Kota Palopo Sematkan Tanda Penghargaan

Uncategorized

Tahun Ini Kota Palopo Tanpa Safari Ramadan ?

Uncategorized

Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas Raih Penghargaan Spesial Anugrah Srikandi Indonesia 2025

Uncategorized

Kerugian Negara Rp1,2 Miliar: Kisah Incinerator RSUD Sawerigading Palopo yang Terbengkalai dan Diselidiki Kejaksaan
Pj Bupati Morowali Komitmen Baktikan Dirinya Untuk Maasyarakat

Uncategorized

Pj Bupati Morowali Komitmen Baktikan Dirinya Untuk Maasyarakat

Uncategorized

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Morowali Raih Stand Pameran Literasi Terbaik se-Sulawesi Tengah

Uncategorized

Pengurus Masjid Agung Periode 2026-2029: Momentum Perubahan Menuju Tata Kelola yang Lebih Baik

Uncategorized

Program Pemkab Morowali Jemput Sakit Pulang Sehat Sabet Penghargaan Kompas TV