MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) resmi menjadwalkan agenda silaturahmi antara Komisi II DPR RI dengan jajaran Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, serta organisasi mahasiswa se-Luwu Raya. Pertemuan strategis ini direncanakan berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah dialog langsung bagi masyarakat Luwu Raya untuk menyampaikan aspirasi mereka, terutama terkait akselerasi pembangunan dan berbagai isu strategis di wilayah tersebut kepada tingkat pusat.
Menanggapi dinamika yang berkembang di media sosial mengenai draf undangan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Sulsel, Muhammad Salim Basmin, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa dokumen yang sempat beredar sebelumnya merupakan draf administratif yang belum final.
”Daftar undangan tersebut disusun murni untuk kebutuhan administratif. Susunan nama yang tercantum sama sekali tidak dimaksudkan untuk mencerminkan hierarki atau tingkat penghormatan tertentu kepada tokoh-tokoh yang ada,” jelas Salim Basmin di Makassar, Rabu (11/3).
Penghormatan Khusus untuk Lembaga Adat
Sebagai bentuk komitmen menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah, Pemprov Sulsel memastikan telah melayangkan undangan khusus kepada Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau.
Kehadiran sosok Datu Luwu dinilai krusial mengingat peran besar lembaga adat dalam menjaga kohesi sosial dan sejarah panjang masyarakat di Sulawesi Selatan, khususnya Luwu Raya.
Fokus Utama: Pembangunan Luwu Raya
Salim Basmin menekankan bahwa esensi dari pertemuan ini adalah untuk kepentingan masyarakat luas. Pemprov Sulsel bertindak sebagai fasilitator agar suara dari daerah, termasuk dari kalangan mahasiswa, dapat didengar langsung oleh Komisi II DPR RI.
”Agenda ini pada dasarnya bertujuan untuk memfasilitasi aspirasi dan pembangunan masyarakat Luwu Raya. Kami ingin memastikan komunikasi antara daerah dan pusat berjalan efektif demi kemajuan bersama,” pungkasnya.(***)











