Home / Uncategorized

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:22 WIB

Absen di Hari Jadi Luwu, Gubernur Sulsel Diduga Hindari Demo “Luwu Raya” dan Bentrok Jadwal Pelantikan

​PALOPO – Puncak peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 dan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 di Istana Kedatuan Luwu, Jumat (23/1/2026), dipastikan tanpa kehadiran Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.


Absennya orang nomor satu di Sulsel ini memicu spekulasi hangat, mulai dari faktor keamanan hingga carut-marutnya agenda birokrasi.
​Pihak Protokoler Pemprov Sulsel mengonfirmasi bahwa Gubernur hanya mengutus Kepala Dinas Pariwisata untuk mewakili dirinya dalam acara yang menjadi simbol pemersatu Wija To Luwu tersebut.

​Hindari Kepungan Massa Luwu Raya?
​Ketidakhadiran Gubernur Andi Sudirman disinyalir kuat berkaitan dengan eskalasi massa yang menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Sebagaimana diketahui, berbagai aliansi mahasiswa dan masyarakat telah mengancam akan mengepung lokasi acara guna mendesak Gubernur memberikan restu atas pemekaran wilayah tersebut.

Baca juga  Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf Pimpin Apel Umum di Bahodopi, Serukan Persatuan dan Kolaborasi

​Aksi pra-kondisi yang sempat berujung ricuh di Makassar beberapa waktu lalu diduga menjadi pertimbangan utama pihak keamanan untuk menyarankan Gubernur tidak berada di titik konsentrasi massa yang sedang memanas.

​Bentrok Jadwal: Pelantikan Pj Sekda Palopo
​Selain faktor demonstrasi, indikasi ketidakhadiran Gubernur juga terbaca dari agenda Pemerintah Kota Palopo.

Di saat puncak perayaan HJL berlangsung, Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, dijadwalkan akan melantik Penjabat (Pj) Sekda Palopo.
​Bentrokan jadwal ini menuai sorotan tajam karena dilakukan tepat di hari sakral bagi masyarakat Luwu.

​”Indikasi ketidakhadiran Gubernur sudah terlihat dari jadwal pelantikan Pj Sekda yang justru bersamaan dengan puncak peringatan hari jadi.
Ini seolah-olah memecah fokus agenda di Palopo,” ujar salah satu sumber tokoh pemuda di lokasi.

Baca juga  Paripurna DPRD Kota Palopo Sambut Wali Kota Baru

​Padahal, Bupati Luwu Patahudding sebelumnya telah menyampaikan undangan secara langsung kepada Gubernur di Makassar.

Masyarakat berharap kehadiran Gubernur bisa menjadi momentum dialog terkait masa depan Luwu Raya, bukan sekadar diwakilkan oleh pejabat tingkat dinas.
​Rangkaian acara di Istana Kedatuan Luwu sendiri tetap berjalan sejak 19 hingga 25 Januari 2026.

Namun, absennya Gubernur dan adanya agenda pelantikan di jam yang sama dianggap oleh sebagian pihak sebagai bentuk kurangnya sensitivitas terhadap nilai historis dan aspirasi politik warga Luwu.(***)

Share :

Baca Juga

Upacara Wabup Iriane Ilyas Ajak Perempuan Morowali Jadi Agen Perubahan

Uncategorized

Upacara Wabup Iriane Ilyas Ajak Perempuan Morowali Jadi Agen Perubahan

Uncategorized

Pemerintah Cairkan THR Rp55 Triliun Mulai Senin Depan

Uncategorized

Luwu Utara Gerak Cepat Usulkan 37 Jembatan Gantung Rusak Menyambut Instruksi Presiden

Uncategorized

Drama APBD-P Palopo: Ketika “Sunat” Rp 5M Jadi Pemicu “Perang Dingin” Legislatif-Eksekutif

Uncategorized

Silaturahmi Hangat, Iriane Iliyas: Pak Taslim Sudah Seperti Keluarga

Uncategorized

PERUMDA TM DUKUNG ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK

Uncategorized

Pemkab Morowali Dorong Penguatan Posyandu Terpadu Melalui Rakor Tim Pembina

Uncategorized

Dari Panas Api Las ke Gemerlap Kontraktor: Kisah Sukses Budi Harta Winata