Home / Uncategorized

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:41 WIB

Ambulans yang Tak Kunjung Tiba: Ketika Harapan Desa Terganjal Dugaan Aliran Dana CSR

LUWU TIMUR – Di pelataran 24 desa di Kabupaten Luwu Timur, harapan warga untuk memiliki ambulans desa masih tertahan di persimpangan jalan. Kendaraan yang seharusnya menjadi garda terdepan penyelamat nyawa, kini hanya menjadi angan-angan yang menggantung.

​Proyek pengadaan yang menelan dana sekitar Rp6 miliar dari pos Corporate Social Responsibility (CSR) PT Vale ini, justru menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Bukan sekadar keterlambatan pengiriman unit, namun aroma tak sedap soal ke mana larinya dana tersebut mulai tercium.

​Di tengah penantian warga, sebuah cerita lain menyeruak dari balik layar. Berdasarkan penelusuran di lapangan, mencuat dugaan bahwa aliran dana yang sedianya dikhususkan untuk pengadaan ambulans, justru dialihkan untuk membiayai operasional sebuah Dapur Makan Bergizi (MBG)—sebuah program yang kini dikaitkan dengan lingkaran sosok berpengaruh di daerah ini.

Baca juga  Menelusuri Pasar Inpres Kebun Sayur: Saat "Nama" Hanyalah Sebuah Cerita, Bukan Isi Dagangan

​”Makanya ambulans itu belum terbayar. Dana yang seharusnya menjadi hak desa, diduga kuat tersedot untuk dapur MBG itu,” ungkap seorang narasumber yang memahami alur pengelolaan dana tersebut.

​Bagi masyarakat, ambulans desa bukanlah sekadar mobil. Ia adalah simbol harapan saat malam tiba dan keadaan darurat menjemput. Keterlambatan ini bukan hanya soal urusan administratif atau vendor yang dianggap menghilang, melainkan soal skala prioritas yang kini dipertanyakan.

​Pamornews.com mencoba menelusuri jejak dana yang “mengalir sampai jauh” ini. Jika benar adanya pengalihan anggaran, maka hak-hak dasar masyarakat di 24 desa tersebut telah tercederai oleh kebijakan yang diduga tidak transparan.

Baca juga  Luwu Utara Matangkan Persiapan Pilkades Serentak 2026 di 41 Desa

​Saat ini, mata publik tertuju pada para pemangku kebijakan di Luwu Timur. Apakah dana CSR yang seharusnya menjadi katalisator kesejahteraan masyarakat, kini justru “beralih fungsi” demi kepentingan pihak tertentu?

​Tim redaksi masih terus melakukan verifikasi mendalam kepada pihak vendor dan manajemen terkait. Prinsip cover both sides tetap menjadi kompas kami dalam mengawal isu ini, agar kebenaran yang tersaji nantinya tidak hanya sekadar isu, melainkan fakta yang berpihak pada keadilan bagi masyarakat Luwu Timur.(Tim)

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Dari Wajo Jejak Asap Rokok Ilegal Mengepul Sampai Luwu Raya (1)
Info Gangguan Layanan Air

Uncategorized

Info Gangguan Layanan Air
Pemkab Morowali Gandeng OJK Sulteng Gelar Sosialisasi Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat

Uncategorized

Wabup Iriane Iliyas Pimpin Upacara HKN ke-61 di Morowali

Uncategorized

Wakapolda Sulteng Tegaskan Komitmen: “Saya Lebih Takut Sakiti Hati Masyarakat Dibanding Korporasi”

Uncategorized

Menjaga Marwah Jurnalisme: Seruan Dr. Ninik Rahayu tentang Profesionalisme Pers dan Jurnalis

Uncategorized

Waspada! Pohon Tumbang di Balandai Palopo Kembali Menelan Korban Pengendara Motor

Uncategorized

Optimalkan PAD Luwu Utara, Bapenda dan UPT Pariwisata Gelar Uji Petik di Objek Wisata Daerah

Uncategorized

BERKOMITMEN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEKITAR, MINAMAS PLANTATION KEMBALI SALURKAN BANTUAN DI KECAMATAN WITA PONDA SULTENG