Home / Uncategorized

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:03 WIB

Bahas Masa Depan Luwu Raya, Bupati Luwu dan Legislator DPR RI Gelar Pertemuan Strategis di Jakarta

​JAKARTA – Arus dukungan terhadap pemekaran wilayah di Tana Luwu semakin menguat. Hal ini terlihat dari pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026.

Pertemuan ini mempertemukan pucuk pimpinan eksekutif Luwu dan Palopo dengan para wakil rakyat dari Senayan.
​Hadir dalam diskusi tersebut Bupati Luwu, H. Patahuddin, bersama Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, serta Wakil Walikota Palopo, Akhmad Syarifuddin.

Mereka duduk satu meja dengan dua legislator andalan Dapil III Sulawesi Selatan, yakni Capt. Unru Baso, S.M., Mar. (Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Gerindra) dan Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang (Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Demokrat).

​Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Melalui unggahan resminya, Wakil Bupati Luwu, Dhevy Bijak, mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus diskusi strategis.

Baca juga  Sinergi Bea Cukai dan TNI Angkatan Laut Gagalkan Penyelundupan 1.643 Botol MMEA dan 46.200 batang Rokok Ilegal 

Kehadiran figur dari komisi-komisi vital di DPR RI ini menjadi angin segar bagi aspirasi masyarakat Luwu.
​”Bersilaturahmi sekaligus berdiskusi,” tulis Dhevy Bijak dalam takarir unggahannya, mempertegas adanya agenda penting yang dibicarakan lintas instansi tersebut.

Fokus pada Pemekaran Luwu Tengah
Meski dibalut dalam suasana makan malam yang akrab, penggunaan tagar #luwutengah dalam informasi yang beredar memberikan sinyalemen kuat bahwa topik utama pembicaraan adalah percepatan terbentuknya Kabupaten Luwu Tengah.

Pemekaran ini dianggap sebagai syarat mutlak dan langkah awal menuju terbentuknya Provinsi Luwu Raya.
​Kehadiran Capt. Unru Baso (Gerindra) yang berada di partai penguasa serta Frederik Kalalembang (Demokrat) yang memiliki latar belakang hukum kuat, dipandang sebagai kombinasi tepat untuk mengawal lobi politik di tingkat pusat, terutama terkait pembukaan moratorium pemekaran daerah.

Baca juga  Pemkab Morowali Percepat Penanganan Banjir, Koordinasi Lintas OPD Ditekankan

Harapan Masyarakat
Pertemuan yang berlangsung pasca-Agenda Rakornas di Sentul ini diharapkan menghasilkan langkah konkret.

Dengan terlibatnya Kepala Bapenda Luwu, Sofyan Thamrin, dalam rombongan tersebut, diskusi diyakini juga menyentuh aspek kesiapan administrasi dan kemandirian ekonomi daerah calon pemekaran.

Bagi masyarakat di Bumi Sawerigading, pertemuan di Jakarta ini bukan sekadar jamuan makan malam biasa, melainkan simbol persatuan para elit politik untuk mewujudkan cita-cita besar: Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Desa Tangofa Tutup Rangkaian Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan 2025, Sekda Yusman Mahbub Sampaikan Hal Ini

Uncategorized

Strategi “Jemput Bola” Ala Bupati Sukses Datangkan 80,96% Anggaran Pusat untuk Pembangunan Jalan Luwu Utara

Uncategorized

Merajut Karpet Merah Investasi Berkelanjutan untuk 20 Tahun ke Depan

Uncategorized

Profil Pilot ATR 42 -500: Andy Dahananto , Warga Sorowako (Lutim)

Uncategorized

Paripurna DPRD Kota Palopo Sambut Wali Kota Baru

Uncategorized

Ekonomi Lutim Melambat di Angka 3,7%, Asri Tadda: Ironi Daerah Kaya Tambang yang Terjebak ‘Ekonomi Satu Kaki’

Uncategorized

Kebocoran Pipa di Sudirman, 19 Wilayah di Palopo Terkena Dampak

Uncategorized

Palopo Bakal Rombak Total Birokrasi: 38 SKPD ‘Gemuk’ Dipangkas Jadi 25, Efisiensi Jadi Nyawa Pemerintahan Baru