JAKARTA – Arus dukungan terhadap pemekaran wilayah di Tana Luwu semakin menguat. Hal ini terlihat dari pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026.

Pertemuan ini mempertemukan pucuk pimpinan eksekutif Luwu dan Palopo dengan para wakil rakyat dari Senayan.
Hadir dalam diskusi tersebut Bupati Luwu, H. Patahuddin, bersama Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, serta Wakil Walikota Palopo, Akhmad Syarifuddin.
Mereka duduk satu meja dengan dua legislator andalan Dapil III Sulawesi Selatan, yakni Capt. Unru Baso, S.M., Mar. (Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Gerindra) dan Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang (Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Demokrat).
Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Melalui unggahan resminya, Wakil Bupati Luwu, Dhevy Bijak, mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus diskusi strategis.
Kehadiran figur dari komisi-komisi vital di DPR RI ini menjadi angin segar bagi aspirasi masyarakat Luwu.
”Bersilaturahmi sekaligus berdiskusi,” tulis Dhevy Bijak dalam takarir unggahannya, mempertegas adanya agenda penting yang dibicarakan lintas instansi tersebut.
Fokus pada Pemekaran Luwu Tengah
Meski dibalut dalam suasana makan malam yang akrab, penggunaan tagar #luwutengah dalam informasi yang beredar memberikan sinyalemen kuat bahwa topik utama pembicaraan adalah percepatan terbentuknya Kabupaten Luwu Tengah.
Pemekaran ini dianggap sebagai syarat mutlak dan langkah awal menuju terbentuknya Provinsi Luwu Raya.
Kehadiran Capt. Unru Baso (Gerindra) yang berada di partai penguasa serta Frederik Kalalembang (Demokrat) yang memiliki latar belakang hukum kuat, dipandang sebagai kombinasi tepat untuk mengawal lobi politik di tingkat pusat, terutama terkait pembukaan moratorium pemekaran daerah.
Harapan Masyarakat
Pertemuan yang berlangsung pasca-Agenda Rakornas di Sentul ini diharapkan menghasilkan langkah konkret.
Dengan terlibatnya Kepala Bapenda Luwu, Sofyan Thamrin, dalam rombongan tersebut, diskusi diyakini juga menyentuh aspek kesiapan administrasi dan kemandirian ekonomi daerah calon pemekaran.
Bagi masyarakat di Bumi Sawerigading, pertemuan di Jakarta ini bukan sekadar jamuan makan malam biasa, melainkan simbol persatuan para elit politik untuk mewujudkan cita-cita besar: Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.(***)









