Home / KALIMANTAN TIMUR / Kutai Timur

Selasa, 26 November 2024 - 14:06 WIB

Bukan Hanya Peristiwa Kebakaran, Damkar juga Kerap Terima Laporan Terkait Keselamatan Masyarakat

KUTIM – Unik memang kehidupan personil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kutai Timur (Kutim). Dinas ini diketahui luas oleh masyarakat secara umum hanya sebagai penyelamat ketika terjadi kebakaran.

Ternyata dinas ini juga kerap menerima laporan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat.

Beberapa jenis laporan yang sering diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Timur antara lain terkait dengan keberadaan ular, baik yang berbisa maupun tidak berbisa.

Selain itu, laporan mengenai tawon juga menjadi salah sering laporannya masuk.

Menurut Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Timur, Kasmir, laporan-laporan tersebut sangat beragam dan biasanya diterima dalam waktu 1×24 jam.

Dia juga menambahkan, pihaknya siap menerima laporan warga bila terjadi sesuatu yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Baca juga  Kutim Pastikan Distribusi Logistik Pilkada Tepat Waktu ke Wilayah Terpencil

“Kami tidak hanya menerima laporan kebakaran, tetapi juga berbagai laporan lainnya yang berhubungan dengan penyelamatan. Hampir setiap hari kami mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai masalah keselamatan,” kata Kasmir.

Menurut Kasmir, tawon sangat berisiko bagi warga, terutama jika mereka sedang beraktivitas di siang hari.

Oleh karena itu, evakuasi tawon biasanya dilakukan pada malam hari untuk menghindari sengatan yang membahayakan.

“Kami juga menerima laporan terkait dengan pohon yang sudah kering dan rawan tumbang. Pohon-pohon ini sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja karena dapat menimpa warga yang lewat,” lanjut Kasmir.

Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Timur juga menangani laporan mengenai buaya yang masuk ke pemukiman atau area yang dekat dengan permukiman warga.

Baca juga  IPPAT Kutai Timur Resmi Berdiri, Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab dalam Pengelolaan Pertanahan

Menurut Kasmir, laporan seperti ini memerlukan kewaspadaan ekstra karena dapat membahayakan keselamatan warga.

Salah satu laporan yang perlu penanganan ekstra hati-hati adalah laporan tentang ular berbisa, terutama jenis kobra.

Ular jenis ini memiliki potensi bahaya yang sangat tinggi, sehingga penanganannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati tim penyelamat.

Dengan meningkatnya laporan mengenai ancaman seperti ular dan tawon, serta potensi pohon tumbang, Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Timur terus meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dengan masyarakat untuk menjaga keselamatan bersama.

“Dalam setiap kasus penyelamatan, kami selalu memastikan keselamatan warga dan petugas. Tim kami terlatih untuk menangani berbagai situasi darurat, baik itu terkait kebakaran maupun ancaman lainnya,” ujar Kasmir. (adv)

Share :

Baca Juga

KALIMANTAN TIMUR

Pesta Karya X di SMPN 1, Kreativitas dan Karakter Pancasila Siswa

KALIMANTAN TIMUR

Senam Sehat Buka Hari Kedua Bimtek DPPPA Kutim, Bangun Kebersamaan di Lombok

KALIMANTAN TIMUR

Kutim Perkuat Sinergi OPD untuk Pertahankan Opini WTP BPK

KALIMANTAN TIMUR

Insentif Guru PAUD dan TK di Kutai Timur Akan Ditingkatkan

KALIMANTAN TIMUR

Kaltim Komitmen Bebas BABS 2024 dan Percepat Penurunan Stunting

KALIMANTAN TIMUR

HUT ke-53 KORPRI Kutim: Semangat Layanan dan Inovasi untuk Pembangunan Bangsa

KALIMANTAN TIMUR

Dinkes Kutim Kerahkan Tenaga Kesehatan untuk Amankan Pelaksanaan Pilkada 2024

KALIMANTAN TIMUR

Pemkab Kutim Genjot Cetak Sawah di Kombeng, Pacu Produktivitas dan Kesejahteraan Petani